PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api untuk periode keberangkatan 13 hingga 17 Mei 2026 telah mencapai 861.926 tiket hingga Sabtu (16/5/2026) pukul 10.00 WIB. Informasi pergerakan penumpang dalam masa libur panjang ini dilansir dari Money.
Sebanyak 554.407 pelanggan tercatat telah menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal di Pulau Jawa serta Sumatra selama tiga hari pertama masa libur panjang. Jumlah pergerakan ini masih dinamis karena tingginya minat masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa moda transportasi ini memegang andil krusial dalam mobilitas antarkota. Peningkatan perjalanan didominasi menuju kota wisata, pusat kuliner, dan kawasan pendidikan.
ÔÇ£Kereta api memiliki peran penting dalam menjaga keterhubungan masyarakat antarkota, terutama pada periode libur panjang ketika mobilitas meningkat secara signifikan,ÔÇØ kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Pihak manajemen melihat pergerakan masyarakat yang sangat dinamis selalu terjadi pada periode libur panjang. KAI berkomitmen menyediakan sarana transportasi yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan perjalanan para pelanggan tersebut.
ÔÇ£Kereta api hadir untuk menjaga masyarakat tetap terhubung dengan berbagai kebutuhan perjalanan mereka,ÔÇØ ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Mobilitas kereta api yang tinggi pada momen ini dinilai mencerminkan kontribusi besar transportasi publik bagi kehidupan sosial. Perjalanan kereta api yang terjaga diklaim ikut memberikan dampak ekonomi yang luas di daerah.
ÔÇ£Mobilitas yang terjaga selama masa libur panjang ikut memberi ruang pertumbuhan bagi ekonomi masyarakat,ÔÇØ lanjut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Dampak ekonomi tersebut menyasar ke berbagai sektor, mulai dari UMKM di sekitar stasiun, transportasi lanjutan, hingga perdagangan lokal. Sementara itu, data internal KAI menunjukkan tren volume perjalanan kereta api tetap tinggi di berbagai wilayah.
Berdasarkan data sementara, puncak keberangkatan terjadi pada Kamis (14/5/2026) dengan 197.368 tiket terjual, disusul Rabu (13/5/2026) sebanyak 196.370 tiket. Penjualan Jumat (15/5/2026) mencapai 160.668 tiket, Sabtu (16/5/2026) sebanyak 147.851 tiket, dan Minggu (17/5/2026) sebesar 159.669 tiket.
Stasiun Pasar Senen menjadi titik kedatangan terpadat dengan 55.663 pelanggan, disusul Stasiun Gambir sebanyak 52.293 pelanggan, dan Stasiun Yogyakarta dengan 52.111 pelanggan. Beberapa stasiun lain di Jawa seperti Semarang Tawang, Bandung, hingga Malang juga mencatat volume yang tinggi.
Kuatnya daya tarik kota tujuan wisata dan budaya menjadi pendorong utama tingginya volume perjalanan ini. Pergerakan masyarakat ke kota-kota tersebut berimbas langsung pada perputaran ekonomi di kawasan sekitar stasiun tujuan.
ÔÇ£Pergerakan pelanggan kereta api selama masa libur panjang juga memberi dampak terhadap kehidupan masyarakat di sekitar stasiun dan kawasan tujuan,ÔÇØ jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Guna kelancaran perjalanan, manajemen mengimbau para penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun. Penumpang diharapkan memeriksa kembali jadwal keberangkatan serta memastikan kesiapan dokumen identitas diri dan tiket masing-masing.
ÔÇ£Pelanggan juga dapat memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk memantau jadwal, ketersediaan tiket, dan berbagai informasi layanan secara real time,ÔÇØ ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Antusiasme masyarakat diproyeksikan tetap tinggi hingga akhir masa libur panjang karena perjalanan masih terus berlangsung. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa.
ÔÇ£Kami berkomitmen menjaga pelayanan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, lancar, nyaman, dan tetap terhubung dengan berbagai aktivitas penting selama masa libur panjang,ÔÇØ tegas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.