Kabel Utilitas Semrawut di Kalideres Resahkan Warga Jalan Tanjung Pura

Kabel Utilitas Semrawut di Kalideres Resahkan Warga Jalan Tanjung Pura
Foto: Ilustrasi Kabel Utilitas Semrawut di Kalideres Resahkan Warga Jalan Tanjung Pura.

Penduduk di sepanjang Jalan Tanjung Pura, Kalideres, Jakarta Barat, mengkhawatirkan ancaman kebakaran akibat juntaian kabel utilitas yang tidak beraturan pada Selasa (14/4/2026). Penataan kabel yang buruk tersebut bahkan sampai menumpuk di atas atap bangunan rumah warga setempat.

Kondisi infrastruktur kabel yang terbengkalai ini dilaporkan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pihak berwenang. Berdasarkan laporan dari Megapolitan, juntaian kabel yang terlalu rendah sering kali tersangkut kendaraan besar yang melintas di kawasan industri tersebut.

Suwatri, seorang warga berusia 56 tahun, menyatakan kecemasannya karena tumpukan kabel berada tepat di atas huniannya. Ia merasa keselamatannya terancam setiap kali terjadi cuaca buruk atau gangguan teknis pada kabel tersebut.

"Takutnya kalau korsleting atau kena petir, rumah saya yang kebakar pertama dong, dia pas di atas banget soalnya," ucap Suwatri.

Kekhawatiran Suwatri bertambah karena Jalan Tanjung Pura merupakan akses utama truk bermuatan mesin, gula, hingga plastik. Kendaraan besar yang melintas sering kali memicu getaran pada bangunan rumah serta risiko kabel putus saat tersangkut badan truk.

"Emang daerahnya di sini (mobil truk), ada yang pabrik gula, mesin-mesin gitu, sama plastik sih yang banyak setau saya, sudah berkali-kali (nyangkut), kemarin sampai putus kabelnya, untung enggak keluar api," ujar Suwatri.

Suwatri kemudian membandingkan kondisi lingkungannya dengan area perumahan elite di dekat lokasi yang memiliki penataan kabel lebih rapi. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum jatuh korban jiwa.

"Kalau kayak di Citra situ mah pasti enggak ada yang begini (kabel semrawut), di sini doang, kita takutnya ada yang nyangkut terus malah jadi kebakar, bahaya, saya takutnya kebakaran doang, semoga cepet-cepet dibenarkan aja," tutur Suwatri.

Warga lainnya, Hendra (37), mengungkapkan bahwa insiden kabel putus akibat tersangkut truk baru saja terjadi pada Senin (13/4/2026) malam. Kejadian tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di tikungan jalan yang sempit.

"Biasanya di belokan tuh, kalau yang semalam kabelnya dia semrawut juga di situ, pas ketemu mobil lain dia minggir, ternyata nyangkut karena rendah banget juga kabelnya," ucap Hendra.

Hendra menilai instansi terkait maupun perusahaan pemilik kabel seolah menutup mata terhadap bahaya yang ada di depan umum. Padahal, penataan kabel di area sekitar perumahan formal tampak jauh lebih teratur dibandingkan di pemukiman warga.

"Emang kayak enggak pernah diperhatikan di sini, sudah dari dulu, bertahun-tahun ya gini aja, cuma yang di depan-depan dekat kompleks Citra aja yang dirapikan, diikat jadi satu," kata Hendra.

Selain masalah kabel, Hendra juga menyoroti kapasitas jalan yang tidak memadai untuk dilalui kendaraan berat secara terus-menerus. Ia mempertanyakan legalitas truk-truk besar yang menjadikan jalan kecil tersebut sebagai rute menuju Tangerang.

"Sebenarnya ini kan kecil ini jalanannya, kayak enggak disiapkan buat mobil gede, jadi saya bingung sebenarnya boleh apa enggak, tapi dari dulu sih emang lewat sini, terutama yang arah Tangerang," kata Hendra.

Hingga berita ini diterbitkan, Siti Dinar Wenny selaku Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta belum memberikan konfirmasi atau jawaban terkait keluhan penataan kabel utilitas tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi