JPMorgan Soroti Transformasi Private Market yang Didorong Tren AI

JPMorgan Soroti Transformasi Private Market yang Didorong Tren AI
Foto: Ilustrasi JPMorgan Soroti Transformasi Private Market yang Didorong Tren AI.

Pertumbuhan pasar privat mengalami dorongan besar akibat adanya perubahan struktural di pasar modal global. Perusahaan saat ini cenderung bertahan lebih lama sebagai entitas privat dan mengandalkan pendanaan dari venture capital, growth equity, hingga private equity buyout.

Perubahan ini membuka peluang investasi yang lebih luas bagi para investor. Fenomena tersebut memungkinkan mereka untuk masuk lebih awal dalam siklus pertumbuhan perusahaan, seperti dilansir dari Investasi.

"Perusahaan yang sebelumnya bergantung pada pasar publik kini dapat mengakses sumber pendanaan privat dalam jumlah besar untuk ekspansi bisnis," tulis JPMorgan dalam laporannya.Selain faktor diversifikasi, tren kecerdasan buatan (AI) menjadi katalis utama pertumbuhan private market pada tahun depan. Kebutuhan pendanaan untuk infrastruktur digital meningkat signifikan seiring adopsi AI yang mulai bergerak dari tahap uji coba menuju implementasi skala besar.

Private equity, private credit, hingga dana infrastruktur kini banyak digunakan untuk membiayai pembangunan pusat data (data center), jaringan pendukung, hingga infrastruktur energi yang menopang kebutuhan AI. Belanja besar perusahaan hyperscaler global telah mengalihkan sebagian peluang investasi dari pasar saham ke pasar privat.

Di sisi lain, kemunculan perusahaan AI baru seperti DeepSeek dari China juga memperlihatkan tingginya risiko konsentrasi di pasar saham publik. Hal ini terutama terjadi pada saham-saham teknologi berkapitalisasi jumbo di kelompok Magnificent 7 yang kini mendominasi indeks S&P 500.

Bagi investor yang mulai khawatir terhadap valuasi mahal saham teknologi publik, pasar privat menawarkan eksposur terhadap tema AI dengan valuasi yang relatif lebih menarik. Peluang ini khususnya tersedia di segmen small dan mid-market.

Meski demikian, meningkatnya minat terhadap private market juga memunculkan kekhawatiran terkait risiko valuasi berlebihan dan potensi gelembung aset. Aktivitas transaksi dan exit investasi yang sempat melambat pada 2025 membuat sebagian pelaku pasar mempertanyakan keberlanjutan pertumbuhan sektor tersebut.

Namun, JPMorgan menilai perkembangan private market lebih mencerminkan perubahan struktural dalam sistem pembiayaan global ketimbang sekadar siklus sementara.

Dalam segmen private credit, JPMorgan menilai instrumen ini masih menawarkan imbal hasil menarik dibanding obligasi publik. Hal ini didukung oleh kecilnya kemungkinan resesi global pada 2026.

Senior secured direct lending di Amerika Serikat misalnya masih menawarkan yield sekitar 200 basis poin di atas leveraged loan. Nilai tersebut sekitar 300 basis poin lebih tinggi dibanding obligasi high yield AS.

Meski sempat muncul kekhawatiran setelah sejumlah perusahaan AS gagal bayar utang pada 2025, JPMorgan menilai kasus tersebut lebih bersifat spesifik per emiten dan belum menunjukkan risiko sistemik. Private credit juga diperkirakan tetap menjadi sumber pembiayaan utama bagi transaksi private equity, perusahaan skala menengah, hingga aksi korporasi seperti akuisisi dan rekapitalisasi.

Sementara itu, private equity diperkirakan kembali mencatatkan pertumbuhan positif pada 2026. Ekspektasi penurunan suku bunga global diproyeksikan dapat mendorong aktivitas merger, akuisisi, dan initial public offering (IPO).

JPMorgan mencatat, indeks private equity global mampu menghasilkan alpha sekitar 500 basis poin per tahun di atas pasar saham publik dalam satu dekade terakhir. Kawasan Asia Pasifik juga dinilai menjadi salah satu motor pertumbuhan private equity global dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan pasar sekunder.

Di tengah volatilitas ekonomi dan geopolitik global, hedge fund juga diproyeksikan semakin diminati investor sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Menurut JPMorgan, volatilitas pasar, perbedaan kebijakan bank sentral, hingga ketegangan geopolitik justru menciptakan peluang alpha yang lebih besar bagi strategi hedge fund berbasis macro dan relative value.

Secara keseluruhan, JPMorgan menilai private market akan tetap menjadi salah satu tema investasi utama pada 2026. Kondisi ini didorong oleh transformasi AI, kebutuhan diversifikasi, serta perubahan struktur pembiayaan global.

Artikel terkait

Rekomendasi