Pebalap Aprilia Racing Jorge Martin menyatakan kesiapannya untuk menghadapi tantangan berat di MotoGP Catalunya pada Jumat (15/5/2026). Meskipun datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mendominasi balapan di Le Mans, Martin mengantisipasi kesulitan di lintasan yang memiliki karakter permukaan cukup licin tersebut.
Kemenangan ganda di Grand Prix Perancis menjadi modal penting bagi Martin saat ini. Namun, sebagaimana dilansir dari Otomotif, pebalap asal Spanyol tersebut tetap waspada mengingat performa tim Aprilia di sirkuit Catalunya pada musim sebelumnya dianggap kurang memuaskan oleh tim.
"Le Mans luar biasa. Kepercayaan diri saya terus tumbuh dan setiap putaran menjadi kesempatan untuk mengenal motor lebih dalam. Tapi, Catalunya adalah salah satu trek tersulit bagi kami," ujar Martin.
Peningkatan performa Martin pada musim ini didorong oleh optimalisasi posisi berkendara. Mantan pebalap Ducati ini mengakui sempat mengalami kendala fisik berupa kelelahan yang sangat cepat saat pertama kali mengendarai motor Aprilia tahun lalu.
"Saat di Qatar tahun lalu, baru dua lap saya sudah tidak sanggup lagi. Jadi kami sangat fokus pada posisi di motor. Sampai tes Jerez kemarin, saya masih mengubah setang dan posisi tuas," kata Martin.
Pengembangan teknis terus dilakukan oleh tim untuk mendukung daya tahan fisiknya selama kompetisi. Aprilia secara khusus merancang bentuk tangki bahan bakar baru yang disesuaikan dengan gaya balap Martin untuk mempermudah pergerakannya di atas motor.
Selain aspek teknis kendaraan, kondisi alam di Barcelona menjadi perhatian serius bagi sang pebalap. Suhu udara yang diprediksi cukup rendah diperkirakan akan memengaruhi gaya balap agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya di lintasan.
"Melihat cuaca, sepertinya akan sangat dingin. Mungkin besok bukan hari yang tepat untuk melakukan hal gila. Tapi saya rasa, melakukan shoulder down sekarang sudah mudah bagi saya," ucap Martin.
Prioritas utama Martin dalam balapan mendatang adalah menjaga kondisi fisik agar tetap prima guna menghindari risiko cedera. Pengalaman pahit mengalami patah kaki di sirkuit ini membuat Martin lebih berhati-hati dalam memantau ancaman rival dari pabrikan KTM dan Ducati.