Jerome Powell Tetap di Federal Reserve Hingga Penyelidikan Tuntas

Jerome Powell Tetap di Federal Reserve Hingga Penyelidikan Tuntas
Foto: Ilustrasi Jerome Powell Tetap di Federal Reserve Hingga Penyelidikan Tuntas.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell menutup rapat kebijakan terakhirnya pada Rabu (29/4/2026) di New York, Amerika Serikat, namun ia dipastikan tetap bertahan di jajaran komite bank sentral tersebut sebagai Gubernur. Dilansir dari Money, langkah ini diambil untuk memastikan proses penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap dirinya berjalan transparan.

Meskipun masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei mendatang, Powell akan terus menjalankan fungsi dalam penetapan suku bunga melalui posisi paralelnya. Keputusan ini dinilai tidak lazim bagi seorang pimpinan bank sentral yang akan purnatugas.

ÔÇ£Benar-benar telah selesai secara transparan dan tuntas,ÔÇØ ujar Powell.

Penegasan tersebut disampaikan Powell terkait keberadaan dirinya yang diperlukan hingga pemeriksaan internal benar-benar rampung secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa tanggung jawab terhadap publik menjadi dasar utama keputusannya tetap berada di institusi tersebut.

ÔÇ£Saya memiliki pekerjaan yang saya sumpah untuk jalankan, dan yang saya pikirkan hanyalah betapa banyak orang bergantung pada kami untuk mengambil keputusan yang tepat. Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi ini adalah tanggung jawab yang kami ambil dengan penuh kesadaran,ÔÇØ papar Powell.

Masa kepemimpinan Powell ditandai dengan berbagai periode krusial, termasuk respons cepat saat pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020. Saat itu, ia menginisiasi rapat darurat untuk memangkas suku bunga guna menstabilkan kondisi pasar keuangan yang berada di ambang keruntuhan.

ÔÇ£Integritas itu tak ternilai,ÔÇØ ujar Powell.

Ia menambahkan bahwa integritas merupakan aset tunggal yang paling berharga dalam menjalankan karier profesionalnya. Selain isu internal, Powell juga menghadapi tekanan politik dari Donald Trump terkait arah kebijakan moneter dan independensi institusi.

The Fed baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Langkah ini dilakukan di tengah ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada kenaikan harga energi global.

Data inflasi Maret 2026 yang menyentuh angka 3,3 persen menjadi faktor penguat bagi bank sentral untuk bersikap waspada. Kevin Warsh dijadwalkan akan menggantikan posisi Powell sebagai ketua mulai Mei ini setelah mendapat dukungan dari Senat AS.

Artikel terkait

Rekomendasi