Jepang Siapkan Evakuasi Wisatawan Pasca Gempa M 7,7 di Iwate

Jepang Siapkan Evakuasi Wisatawan Pasca Gempa M 7,7 di Iwate
Foto: Ilustrasi Jepang Siapkan Evakuasi Wisatawan Pasca Gempa M 7,7 di Iwate.

Pemerintah Jepang menyiapkan lokasi evakuasi khusus wisatawan di wilayah utara menyusul gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang perairan Iwate pada Senin (20/4/2026). Peringatan siaga evakuasi diberlakukan hingga 27 April mendatang akibat tingginya potensi gempa susulan besar di kawasan tersebut.

Langkah pengamanan ini diambil oleh Pemerintah Hokkaido untuk menjamin keselamatan turis yang tidak menguasai geografi lokal, dilansir dari Detik Travel. Otoritas setempat menyiagakan petugas dan fasilitas pendukung di berbagai titik wisata yang terdampak guncangan hebat tersebut.

Di Pelabuhan Miyako, Prefektur Iwate, sejumlah wisatawan asing yang turun dari kapal pesiar pada Selasa pagi langsung mendapatkan pendampingan khusus. Meskipun tsunami setinggi 40 sentimeter telah teramati sehari sebelumnya di lepas pantai Sanriku, para penumpang tetap diingatkan untuk waspada terhadap bahaya lanjutan.

Sebanyak 13 penerjemah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan mengurangi kecemasan para turis. Salah satu penerjemah, Kaori Kimura, bertugas memandu rombongan sambil memetakan jalur evakuasi yang aman menuju dataran tinggi.

"Tsunami akan datang!" teriak sang pemimpin evakuasi saat alarm peringatan berbunyi sebagai bagian dari simulasi tanda bahaya.

Penerjemah senior tersebut memastikan rute yang dilalui turis mencakup tanjakan curam yang diperlukan untuk menghindari ancaman air laut.

"Saya ingin memberikan panduan yang tepat kepada orang-orang berdasarkan situasi yang ada," kata Kaori Kimura, penerjemah berusia 66 tahun.

Upaya mitigasi ini mendapatkan respon positif dari para pelancong yang sedang mengunjungi wilayah tersebut. Kehadiran petugas bahasa dinilai sangat membantu navigasi di tengah situasi darurat.

"Kami dapat menikmati pemandangan dengan tenang berkat para penerjemah," ujar Paul Egan, turis berusia 64 tahun.

Sementara itu, objek wisata Gudang Batu Bata Merah Kanemori di Hakodate, Hokkaido, telah memasang rambu rute evakuasi berbahasa Inggris untuk mengantisipasi tsunami. Lokasi ini tercatat pernah mengalami kerusakan akibat gelombang setinggi lebih dari 1 meter pada bencana besar tahun 2011 silam.

Manajemen pengelola objek wisata mengakui adanya penurunan jumlah pengunjung meskipun saat ini merupakan musim mekar bunga sakura. Meski demikian, koordinasi keamanan tetap menjadi prioritas utama pihak perusahaan.

"Meskipun kami mengalami awal yang sulit menjelang musim puncak, kami ingin sepenuhnya siap," ujar Hiroshi Kato, Direktur Urusan Umum perusahaan pengelola gudang.

Di sisi lain, Pasar Pagi Dermaga Tatehana di Hachinohe, Prefektur Aomori, dipastikan tetap beroperasi pada akhir pekan ini. Penyelenggara akan memanfaatkan sistem pengeras suara guna mengarahkan puluhan ribu pengunjung menuju tempat tinggi jika terjadi keadaan darurat.

Asosiasi pasar mengimbau pengunjung yang membawa kendaraan untuk melakukan evakuasi dengan berjalan kaki guna mencegah kemacetan total. Pihak asosiasi menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan publik di tengah periode tersibuk pasar tersebut.

"Banyak orang datang ke sini dari jauh. Kami siap menghadapi keadaan darurat apa pun, jadi silakan nikmati waktu Anda tanpa khawatir," kata Haruki Keicho, Ketua Asosiasi Pasar Pagi Minggu Minato.

Artikel terkait

Rekomendasi