Jepang Pangkas Impor Minyak Timur Tengah Hingga Enam Puluh Persen

Jepang Pangkas Impor Minyak Timur Tengah Hingga Enam Puluh Persen
Foto: Ilustrasi Jepang Pangkas Impor Minyak Timur Tengah Hingga Enam Puluh Persen.

Kementerian Keuangan Jepang melaporkan penurunan tajam impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah sebesar 67,2 persen pada April 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Data statistik perdagangan luar negeri tersebut resmi dirilis pada Kamis (21/5).

Volume pengiriman komoditas energi tersebut ke Jepang kini hanya menyisakan 3,84 juta kiloliter. Menurut laporan kantor berita Kyodo yang dilansir dari Media Indonesia, kemerosotan pasokan ini menyentuh level terendah sejak tahun 1979.

Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi ketahanan energi domestik Tokyo. Selama ini, Jepang menggantungkan 94 persen kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah dengan jalur distribusi yang hampir seluruhnya melewati Selat Hormuz.

Penyebab utama kemerosotan ini adalah eskalasi militer di kawasan Teluk. Ketegangan bermula saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan gempuran udara ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, hingga merenggut nyawa warga sipil pada 28 Februari.

Meskipun gencatan senjata selama dua pekan sempat disepakati pada 7 April, negosiasi lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa hasil. Situasi semakin tidak menentu setelah Washington memberikan waktu tambahan bagi Teheran untuk merumuskan langkah perdamaian.

"proposal terpadu." kata Donald Trump, Presiden AS.

Dampak langsung dari ketegangan bersenjata ini adalah terjadinya blokade de facto di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dan gas alam cair global. Tersumbatnya jalur laut ini pada akhirnya memicu lonjakan harga bahan bakar serta biaya produksi industri di berbagai negara.

Artikel terkait

Rekomendasi