Jepang Resmikan Istilah Kokushobi untuk Suhu Ekstrem di Atas 40 Derajat

Jepang Resmikan Istilah Kokushobi untuk Suhu Ekstrem di Atas 40 Derajat
Foto: Ilustrasi Jepang Resmikan Istilah Kokushobi untuk Suhu Ekstrem di Atas 40 Derajat.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) secara resmi memperkenalkan istilah baru bernama kokushobi pada Jumat (17/4/2026) untuk mengklasifikasikan hari dengan suhu udara mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Langkah ini diambil otoritas setempat guna merespons peningkatan frekuensi gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Penamaan tersebut terpilih melalui hasil jajak pendapat daring nasional yang melibatkan sekitar 478.000 responden sejak Februari hingga Maret 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Travel, kata koku dalam bahasa Jepang memiliki arti keras atau kejam yang mencerminkan intensitas panas menyengat.

Istilah kokushobi berhasil mengungguli pilihan populer lainnya seperti super extremely hot day dalam pemungutan suara tersebut. Penggunaan nama baru ini melengkapi sistem klasifikasi suhu Jepang yang sebelumnya telah memiliki sebutan khusus untuk kategori hari dengan suhu di atas 25, 30, dan 35 derajat Celsius.

Data JMA menunjukkan bahwa musim panas pada 2025 menjadi periode terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1898 dengan rata-rata suhu nasional mencapai 2,36 derajat Celsius di atas normal. Selama rentang Juni hingga Agustus tahun lalu, suhu yang melampaui ambang batas 40 derajat Celsius terjadi selama sembilan hari di berbagai wilayah.

Rekor suhu tertinggi nasional tercatat di Kota Isesaki yang menyentuh angka 41,8 derajat Celsius. Peningkatan suhu ini juga terlihat signifikan di pusat kota besar seperti Tokyo yang mengalami 25 hari dengan suhu di atas 35 derajat Celsius, jauh melampaui rata-rata tahunan normal sebanyak 4,5 hari.

Kondisi serupa dialami Kyoto yang mencatatkan 52 hari bersuhu ekstrem dibandingkan rata-rata historis sebesar 18,5 hari. Fenomena cuaca panas yang semakin intens ini dilaporkan dipicu oleh aktivitas manusia, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil yang memperparah gelombang panas global.

JMA memprediksi tren suhu di atas normal akan terus berlanjut di seluruh wilayah Jepang untuk periode Juni hingga Agustus 2026. Masyarakat diimbau untuk waspada mengingat potensi kembalinya suhu panas ekstrem yang diprediksi memiliki peluang besar terjadi sepanjang musim panas tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi