Petugas Medis Imbau Jemaah Haji Bawa P3K Mandiri ke Armuzna

Petugas Medis Imbau Jemaah Haji Bawa P3K Mandiri ke Armuzna
Foto: Ilustrasi Petugas Medis Imbau Jemaah Haji Bawa P3K Mandiri ke Armuzna.

Jemaah haji Indonesia diwajibkan memperketat ketentuan barang bawaan dengan hanya membawa satu tas ransel berisi perlengkapan obat-obatan pribadi ke Armuzna karena tingginya mobilitas selama puncak ibadah, seperti dilansir dari Nasional.

Dokter Haji Indonesia dari PPIH Arab Saudi Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menjelaskan bahwa aturan ketat ini diberlakukan demi kelancaran ibadah, sementara koper besar milik jemaah wajib ditinggalkan di hotel.

"Di Armuzna, kepadatan jemaah haji yang luar biasa dan jarak ke pos kesehatan bisa terasa sangat jauh. Jemaah disarankan memiliki P3K mandiri di dalam tas kecil. Tujuannya agar keluhan ringan bisa langsung ditangani sendiri secara cepat sebelum menjadi berat," ujar Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, Kamis (21/5/2026).

Guna mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas, jemaah sangat disarankan menyiapkan perlengkapan medis darurat di tas Arafah, terutama membawa 5 hingga 10 sachet oralit sebagai bekal utama yang bisa segera diminum saat mulai merasa pusing atau lemas.

"Pastikan pelembab mengandung petroleum jelly dan tidak mengandung parfum," ucap Muhammad Fathi Banna Al Faruqi saat merekomendasikan perlengkapan penunjang fisik jemaah.

Selain pelembab kulit, parasetamol turut direkomendasikan sebagai obat yang relatif aman bagi lambung dan jantung untuk mengatasi demam, sakit kepala, maupun pegal-pegal, namun jemaah harus segera menghubungi petugas jika kondisi tidak membaik.

"Bawa stok obat-obatan rutin sejumlah 5-6 hari. Pastikan obat ini ada di tas Arafah, bukan di koper besar yang ditinggal di hotel," sebut Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengenai penanganan penyakit bawaan jemaah.

Langkah antisipasi cedera ringan pada kaki akibat berjalan jauh juga perlu disiapkan jemaah dengan melengkapi isi tas menggunakan beberapa lembar plester pelindung.

"Plester luka untuk menutup area kaki yang mulai terasa panas atau perih agar tidak menjadi melepuh," imbuh Muhammad Fathi Banna Al Faruqi.

Potensi gangguan pencernaan akibat perubahan pola makan dan kondisi fasilitas saniter di Mina juga melatarbelakangi rekomendasi penyediaan obat maag serta obat diare.

"Perubahan pola makan dan kondisi toilet di Mina mungkin dapat memunculkan keluhan pencernaan sehingga perlu sedia obat maag dan diare," papar Muhammad Fathi Banna Al Faruqi.

Jenis perlengkapan lain yang bernilai proteksi darurat di tengah kerumunan padat adalah minyak kayu putih atau produk aromaterapi.

"Sangat membantu meredakan mual, pusing, atau sesak ringan saat berada di tengah kerumunan massa yang padat," tutur Muhammad Fathi Banna Al Faruqi.

Fathi menyarankan seluruh obat tersebut dimasukkan ke dalam plastik klip bening agar tidak terkena air dan mudah terlihat, ditambah membawa botol semprotan air untuk mendinginkan kulit secara instan.

Artikel terkait

Rekomendasi