Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah Hari Purnomo berpartisipasi aktif sebagai penanggap dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategis Industri Penjaminan di Jakarta pada Kamis (21/5), seperti dilansir dari Investor Daily.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Indonesia Guarantee Summit 2026 ini mengusung tema pemurnian industri penjaminan sebagai fondasi penguatan akses pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan.
Forum strategis tersebut mempertemukan regulator dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri penjaminan, akademisi Universitas Indonesia, serta jajaran manajemen PT Jamkrindo Syariah dan Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo).
Dalam sesi diskusi yang membahas materi optimalisasi usaha pemurnian industri penjaminan dari OJK, Hari Purnomo menyampaikan tiga poin perhatian utama dari para pelaku industri saat ini.
Poin pertama yang diusulkan adalah perlunya pemetaan risiko atau risk mapping di setiap daerah berbasis Non Performing Financing (NPF) perbankan maupun rasio klaim industri penjaminan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi alat tawar kepada mitra penerima jaminan dalam menentukan strategi bisnis serta mitigasi risiko yang lebih terukur.
Selanjutnya, Hari Purnomo menyoroti kondisi tarif eksisting industri penjaminan saat ini yang dinilai masih berada di bawah tingkat default rate secara keseluruhan.
Pelaku usaha mengharapkan adanya perhatian dan solusi nyata dari regulator terhadap ketimpangan tarif tersebut demi menjaga keberlanjutan serta kesehatan industri penjaminan.
Poin ketiga yang disampaikan oleh manajemen Jamkrindo Syariah menyangkut kesetaraan perlakuan regulasi antara industri asuransi dan industri penjaminan.
Penerapan equal treatment tersebut dinilai krusial agar tidak terjadi ketimpangan pasar dalam pelaksanaan bisnis penjaminan di Indonesia ke depan.
Melalui penguatan kolaborasi ini, pemurnian fungsi industri penjaminan diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
PT Jamkrindo Syariah berharap Asippindo dapat terus menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi, mendorong regulasi, dan menciptakan ekosistem industri yang kompetitif.