Bank Danamon Ingatkan Debitur Jaga Rasio Utang demi Kelancaran Kredit

Bank Danamon Ingatkan Debitur Jaga Rasio Utang demi Kelancaran Kredit
Foto: Ilustrasi Bank Danamon Ingatkan Debitur Jaga Rasio Utang demi Kelancaran Kredit.

Unsecured Business Head Bank Danamon Tresia Sarumpaet menekankan pentingnya bagi debitur untuk menjaga kualitas skor kredit melalui pembayaran tagihan yang disiplin dan tepat waktu. Hal tersebut dilakukan guna memastikan penilaian perbankan tetap positif meskipun nasabah memiliki beragam fasilitas pinjaman.

Skor kredit menjadi instrumen utama bagi institusi perbankan dalam menentukan kelayakan pemberian pinjaman kepada masyarakat. Dilansir dari Investortrust, kepemilikan banyak fasilitas kredit tidak menjadi hambatan selama pembayaran berjalan lancar dan berstatus kolektibilitas satu.

Penurunan kualitas pembayaran akan berdampak langsung pada penilaian bank dan memengaruhi tren beban utang atau Debt Burden Ratio (DBR). Tresia menjelaskan bahwa tingginya rasio tanggungan terhadap pendapatan bulanan menjadi pertimbangan kritis dalam persetujuan kredit baru.

"Tetapi kalau tidak lancar, itu yang akan mempengaruhi credit score. Namun, dengan punya cicilan banyak itu biasanya akan berpengaruh pada satu tren yang namanya DBR (debt burden ratio) atau tanggungan seseorang terhadap income yang dimiliki," ujar Tresia Sarumpaet, Unsecured Business Head Bank Danamon.

Sebagai gambaran, seseorang dengan gaji Rp 6 juta yang harus membayar total cicilan Rp 3 juta per bulan memiliki rasio beban utang sebesar 50 persen. Besaran angka DBR ini menjadi tolok ukur apakah pengajuan fasilitas pinjaman berikutnya dapat disetujui atau ditolak oleh pihak bank.

"Jadi misalnya mau ambil fasilitas kredit ke empat itu akan berpengaruh terhadap approval atau pengajuan. Dan ini kembali lagi tergantung kepada kebijakan di masing-masing bank, kalau bank-nya menerapkan maksimal 50% (DBR), ya sudah tidak bisa ajukan pinjaman lag," terang Tresia Sarumpaet, Unsecured Business Head Bank Danamon.

Apabila nasabah telah mencapai batas maksimal rasio beban utang, langkah penyelesaian kewajiban yang sudah ada menjadi solusi utama. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki struktur keuangan debitur sebelum mengajukan pembiayaan kembali.

"Saya sarankan lunasin dulu saja yang sebelumnya," kata Tresia Sarumpaet, Unsecured Business Head Bank Danamon.

Artikel terkait

Rekomendasi