Jaecoo Indonesia membawa kabar baik bagi para calon pemilik mobil listrik J5 dengan memangkas waktu tunggu kendaraan secara signifikan. Konsumen kini hanya perlu menunggu selama satu bulan untuk mendapatkan unit mereka, jauh lebih cepat dibandingkan masa inden sebelumnya yang memakan waktu berbulan-bulan.
Percepatan distribusi ini dimungkinkan berkat strategi perusahaan yang kini menjalankan proses produksi di dua lokasi berbeda. Dengan adanya fasilitas tambahan, kapasitas pasokan kendaraan ke tangan konsumen dapat berjalan lebih optimal.
Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, menjelaskan bahwa pesanan untuk J5 terus mengalami peningkatan yang stabil. Pihaknya berupaya keras agar suplai kendaraan bisa segera memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi di Bogor, Kamis (21/5).
Kini proses perakitan tidak hanya terpusat pada satu titik, melainkan didukung oleh dua fasilitas produksi sekaligus. Kehadiran fasilitas kedua ini menjadi kunci utama dalam memangkas waktu inden bagi konsumen di seluruh Indonesia.
Strategi Ekspansi Produksi Jaecoo
Awalnya, pemesanan J5 telah dibuka sejak Oktober 2025 dengan proses produksi yang dilakukan di pabrik Handal Motor Indonesia, Bekasi. Namun, lonjakan permintaan yang luar biasa membuat kapasitas produksi di lokasi tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan pasar.
Merespons situasi tersebut, Jaecoo Indonesia memutuskan untuk menambah jalur produksi di fasilitas Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia, Wanaherang, Jawa Barat. Langkah ini diambil sejak awal tahun 2025 guna memastikan komitmen pengiriman unit kepada pelanggan tetap terjaga.
Berikut adalah ringkasan perkembangan distribusi dan target penjualan Jaecoo J5 di pasar otomotif nasional:
- Total unit yang telah didistribusikan mencapai 13.000 unit hingga periode April 2026.
- Target distribusi untuk bulan Mei ditetapkan sebanyak 15.000 unit kendaraan.
- Konsistensi penjualan dipatok pada angka minimal 3.000 unit setiap bulannya.
- Jaecoo J5 berhasil meraih predikat sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026.
Data menunjukkan performa J5 sangat kompetitif, di mana pada April 2026 saja mobil ini terjual sebanyak 3.179 unit. Angka ini melampaui capaian kompetitor terdekatnya, seperti BYD M6 yang mencatatkan penjualan sebanyak 2.472 unit.
Fokus pada Kepuasan Konsumen
Perbandingan data penjualan menunjukkan posisi dominan Jaecoo J5 di pasar mobil listrik saat ini:
| Model Kendaraan | Volume Penjualan (April 2026) | Status Pasar |
|---|---|---|
| Jaecoo J5 | 3.179 Unit | Terlaris / Market Leader |
| BYD M6 | 2.472 Unit | Peringkat Kedua |
| BYD Atto 1 | Di bawah 2.400 Unit | Kompetitor Utama |
Tabel di atas menggambarkan bagaimana Jaecoo J5 mulai mendominasi pasar SUV listrik di tanah air. Jika konsistensi penjualan 3.000 unit per bulan terjaga, mobil ini berpotensi kuat menggeser posisi BYD Atto 1 secara permanen.
Meski performa penjualannya sangat impresif, Ilham menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan sekadar mengejar status mobil terlaris. Fokus utama mereka adalah memastikan produk dapat diterima masyarakat dengan harga dan fitur yang kompetitif.
Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan konsumen yang sempat mengalami masa inden panjang sebelumnya. Melalui peningkatan kapasitas produksi ini, Jaecoo Indonesia berkomitmen penuh untuk memenuhi janji pengiriman tepat waktu kepada setiap pelanggan.