Kemenkeu Taiwan Jadwalkan Pengembalian Pajak 2026 dalam Tiga Gelombang

Kemenkeu Taiwan Jadwalkan Pengembalian Pajak 2026 dalam Tiga Gelombang
Foto: Ilustrasi Kemenkeu Taiwan Jadwalkan Pengembalian Pajak 2026 dalam Tiga Gelombang.

Kementerian Keuangan melalui Biro Pajak Nasional Taipei menetapkan jadwal pencairan pengembalian Pajak Penghasilan Terpadu Tahun Pajak 2025 yang akan dilakukan dalam tiga gelombang mulai Senin, 31 Juli 2026.

Program ini menyasar wajib pajak dengan status lebih bayar pada periode pelaporan 1 Mei hingga 1 Juni 2026, di mana pembagian termin ditentukan berdasarkan metode dan waktu pelaporan yang dipilih masyarakat.

Gelombang pertama pada akhir Juli diperuntukkan bagi wajib pajak yang melapor secara daring, menggunakan sistem suara telepon, atau melakukan konfirmasi tertulis di Biro Pajak domisili sebelum 11 Mei.

Pencairan tahap kedua dijadwalkan pada 30 Oktober 2026 bagi pelapor manual atau pengguna barcode, sementara tahap terakhir pada 20 Januari 2027 mencakup pelaporan terlambat atau penetapan lebih bayar susulan.

Jadwal dan Kriteria Pengembalian Pajak Taiwan 2026
GelombangTanggal PencairanKriteria Wajib Pajak
Gelombang I31 Juli 2026Lapor daring/konfirmasi sistem suara sebelum 1 Juni; Konfirmasi tertulis domisili sebelum 11 Mei.
Gelombang II30 Oktober 2026Lapor manual/barcode 12 Mei-1 Juni; Konfirmasi tertulis luar domisili sebelum 11 Mei.
Gelombang III20 Januari 2027Pelaporan terlambat dan penetapan lebih bayar susulan oleh Biro Pajak.

Untuk meningkatkan efisiensi, Biro Asuransi Tenaga Kerja Taiwan telah mengintegrasikan data premi tahun 2025, termasuk asuransi tenaga kerja, petani, hingga pensiun nasional ke dalam pusat data Kementerian Keuangan.

Sistem otomatis ini memungkinkan jumlah premi yang dapat dikurangkan masuk secara langsung ke formulir digital tanpa perlu melampirkan bukti fisik tambahan sebagaimana dilansir dari harianbasis.co.

Kementerian Ketenagakerjaan melalui news.immigration.gov.tw mencatat sekitar 1,36 juta pekerja telah memanfaatkan skema iuran pensiun sukarela hingga 6 persen untuk mendapatkan keringanan beban pajak tahunan.

Biro Pajak menyarankan penggunaan fitur deposit langsung ke rekening pribadi guna mempercepat proses penerimaan dana dan mengimbau masyarakat memverifikasi ketepatan data iuran sebelum finalisasi pelaporan.

Otoritas menegaskan bahwa seluruh proses komunikasi resmi tidak akan dilakukan melalui telepon atau SMS yang meminta transaksi di mesin ATM demi menghindari praktik penipuan terhadap wajib pajak.

Artikel terkait

Rekomendasi