Kepulangan perdana jemaah haji asal Embarkasi Makassar ke tanah air dijadwalkan akan berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026 mendatang.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, saat memberikan keterangan kepada media pada Sabtu (30/5).
Persiapan Penyambutan Jemaah Kloter Pertama
Ikbal menyatakan bahwa pihaknya kini tengah berfokus melakukan berbagai persiapan teknis untuk menyambut kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama tersebut.
Adapun jemaah yang masuk dalam rombongan kloter satu ini merupakan warga yang berasal dari Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar memastikan segala kebutuhan penyambutan telah disiapkan secara maksimal agar proses kepulangan berjalan lancar.
Ikbal optimis proses penerimaan jemaah haji tahun ini akan berlangsung sukses tanpa kendala berarti bagi seluruh rombongan yang tiba.
Evaluasi Kesuksesan Haji Tahun 2026
Penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026 ini dinilai mengalami peningkatan kualitas yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Menurut Ikbal, sejauh ini tidak ditemukan keluhan berarti dari para jemaah terkait pelayanan selama berada di tanah suci.
Kondisi kesehatan para jemaah haji juga dilaporkan dalam keadaan stabil dan sehat hingga menjelang waktu kepulangan mereka ke Indonesia.
Ikbal menyebutkan bahwa kesuksesan musim haji kali ini sangat membanggakan, dengan total jemaah yang diberangkatkan mencapai belasan ribu orang.
Berikut adalah rincian data jemaah yang berangkat melalui Embarkasi Makassar :
| Kategori Informasi | Keterangan Data |
|---|---|
| Total Jemaah Berangkat | 16.728 orang |
| Asal Kloter Pertama | Kabupaten Soppeng |
| Tanggal Tiba Kloter 1 | 1 Juni 2026 |
| Lokasi Debarkasi | Makassar |
Data di atas menunjukkan jumlah jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar serta rincian kepulangan untuk kloter pembuka.
Meskipun penyelenggaraan dinilai sukses, Tim Pengawas Haji DPR tetap memberikan catatan agar seluruh layanan di area Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dievaluasi.
Upaya ini dilakukan demi memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah haji Indonesia pada musim-musim mendatang tetap terjaga dengan baik.