Astra International Tetapkan Jadwal Cum Dividen pada 4 Mei 2026

Astra International Tetapkan Jadwal Cum Dividen pada 4 Mei 2026
Foto: Ilustrasi Astra International Tetapkan Jadwal Cum Dividen pada 4 Mei 2026.

PT Astra International Tbk. (ASII) menjadwalkan periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Senin (4/5/2026) mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian pembagian dividen tahun buku 2025 yang telah disepakati dalam rapat tahunan pemegang saham.

Dilansir dari Market, pencatatan pemegang saham atau recording date akan berlangsung pada Rabu (6/5/2026) bersamaan dengan cum dividen di pasar tunai. Para investor yang terdaftar secara sah dijadwalkan menerima pembayaran dividen pada 25 Mei 2026.

Emiten berkode saham ASII ini memutuskan untuk membagikan dividen final senilai Rp292 per saham. Sebelumnya, perusahaan telah menyetorkan dividen interim sebesar Rp98 per saham kepada para investor pada Oktober 2025 lalu.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menjelaskan total alokasi dana untuk pembagian keuntungan tersebut mencapai belasan triliun rupiah dalam konferensi pers pada Kamis (23/4/2026).

"Sebesar Rp15,7 triliun atau Rp390 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk dividen interim. Sisanya sebesar Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026," kata Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra.

Penetapan nilai dividen ini didasarkan pada performa laba bersih perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Manajemen Astra memastikan sisa kewajiban pembayaran akan segera dituntaskan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan otoritas bursa.

Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai emiten dengan imbal hasil dividen yang besar memiliki daya tarik tersendiri di mata pemodal. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap fluktuasi pasar.

"Dividend yield tinggi berfungsi sebagai cushion atau bantalan saat harga saham turun akibat volatilitas pasar," ujar Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Wafi menambahkan bahwa fokus investor saat ini mulai bergeser ke perusahaan yang memiliki rekam jejak dividen konsisten serta fundamental yang kokoh. Sektor perbankan dan konsumsi dinilai masih menunjukkan performa stabil di tengah dinamika ekonomi global.

"Sementara sektor komoditas seperti batu bara cenderung di bawah konsensus akibat normalisasi harga global," imbuh Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Berdasarkan jadwal perusahaan, investor yang ingin mendapatkan hak dividen harus memastikan kepemilikan saham mereka sebelum berakhirnya periode cum dividen di masing-masing pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi