Jababeka Group dan China Silk Road Group Ltd. resmi membentuk ChinaÔÇôIndonesia Innovation & Cooperation Center (CIIC) di Jakarta pada Rabu (23/4/2026) untuk mengatasi hambatan regulasi dan pengetahuan pasar yang selama ini menghambat akselerasi investasi antara kedua negara.
Pembentukan platform integrasi dunia industri ini ditandatangani langsung oleh Chairman Jababeka Group Setiadi Djuandi Darmono dan Chairman China Silk Road Group Dr. Yan Lijin. Dilansir dari Kompas, inisiatif ini muncul di tengah aliran investasi China ke Indonesia yang mencapai 8,1 miliar dolar AS pada 2024 dan 2,2 miliar dolar AS pada Kuartal I-2026.
CIIC dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan ekosistem kawasan industri di Indonesia dengan jaringan investasi global asal China. Langkah ini bertujuan meminimalkan ketidaktahuan pelaku usaha mengenai kondisi pasar lokal serta perbedaan budaya bisnis yang tajam di masing-masing negara.
Chairman Jababeka Group Setiadi Djuandi Darmono menyatakan bahwa pusat inovasi tersebut dibentuk guna menghilangkan keraguan investor melalui penyediaan data akurat dan pendampingan teknis. Ia menilai banyak perusahaan sebenarnya tidak memahami persis regulasi serta potensi bisnis di lapangan.
"Mereka butuh platform promosi yang konkret. Itulah sebabnya kami akan mendirikan showroom atas nama Innovation & Cooperation Center di Beijing dan Jakarta. Ini bukan sekadar kantor perwakilan, melainkan pusat informasi dan teknologi yang bisa diakses oleh para pelaku industri secara langsung," tutur Darmono, Chairman Jababeka Group.
Kehadiran fisik di kedua ibu kota diharapkan dapat meringankan proses verifikasi mitra bisnis dan mempermudah akses ke otoritas regulasi. Darmono menambahkan bahwa dengan platform terstruktur ini, Indonesia dan China akan bertransformasi menjadi kolaborator inovasi masa depan.
"Dengan memperdalam pemahaman lintas batas melalui platform yang terstruktur, Indonesia dan China tidak lagi hanya menjadi mitra dagang, melainkan kolaborator inovasi yang mampu membentuk masa depan industri di kawasan Asia," tuntas Darmono, Chairman Jababeka Group.
Fokus utama CIIC akan diarahkan pada pengembangan industri teknologi tinggi, seperti Kecerdasan Buatan (AI), robotika, dan konsep Smart City. Dr. Yan Lijin menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama dalam kerangka ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
"Kami ingin menghubungkan keunggulan teknologi China dengan potensi pasar dan sumber daya Indonesia untuk menciptakan kemakmuran bersama," tutur Dr. Yan Lijin, Chairman China Silk Road Group.
Pada tahap awal operasionalnya, Yan Lijin berkomitmen untuk membawa masuk investasi asal China ke Indonesia melalui CIIC dengan nilai mencapai 5 miliar dolar AS. Kerja sama ini juga diproyeksikan untuk memperkuat rantai pasok global yang inklusif dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru.