Institut Teknologi Bandung bersama Rumah Amal Salman memperluas distribusi hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Indonesia. Penyaluran kurban tersebut menyasar 62 kabupaten dan kota yang tersebar di 28 provinsi, dilansir dari Media Indonesia.
Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial menjelaskan bahwa pengiriman hewan kurban ke daerah bencana bertujuan untuk memperluas manfaat sosial ibadah, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan pascabencana.
"Kurban tahun ini tidak hanya menjangkau pelosok, tetapi juga daerah bencana untuk memberikan dampak yang lebih luas," ungkap Syachrial pada Jumat (29/5).
Beberapa lokasi sebaran mencakup Kabupaten Pidie Jaya, Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Agam, Aceh Barat, hingga kawasan longsor Pasir Langu di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Syachrial menambahkan bahwa warga di daerah-daerah tersebut masih mengalami keterbatasan pangan.
"Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak bencana. Penyaluran kurban, kata dia, diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial," papar Syachrial.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut mendukung kegiatan ini dengan menitipkan sekaligus menyembelih sendiri sapi seberat 830 kilogram di Masjid Salman ITB. Rektor ITB Tata Cipta Dirgantara juga ikut berkurban satu ekor sapi di lokasi yang sama.
Secara keseluruhan, kolaborasi ini berhasil menghimpun 119 ekor sapi dan 997 ekor domba, mencatatkan pertumbuhan penghimpunan sebesar 26 persen dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 13 ekor sapi dikirim ke wilayah banjir dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, sementara 2 ekor sapi dialokasikan ke Pasir Langu.
Ketua Pelaksana Kurban 1447 H, Didi Riyadi menyebutkan kenaikan ini didorong oleh tingginya minat jemaah terhadap program khusus seperti kurban daerah rawan gizi, wilayah Sumatra, serta layanan "Segar Diantar" yang menyediakan daging segar atau olahan rendang sapi dan domba.
"Layanan Segar Diantar sejak 2017 masih menjadi layanan primadona bagi jamaah. Begitu juga dengan layanan rendang juga masih ada," kata Didi.
Untuk memperluas jangkauan pembagian, pihak panitia menggandeng 30 masjid kampus serta 120 mitra lembaga di 26 provinsi. Hewan kurban yang disembelih diperoleh langsung dari peternak binaan demi memberdayakan ekonomi lokal.
"Insya Allah kebermanfaatannya semakin meluas. Dari sisi penghimpunan meningkat, sehingga kebermanfaatannya juga semakin besar," ujar Didi.
Pelaksanaan teknis di Masjid Salman ITB didukung oleh keterlibatan sekitar 300 mahasiswa yang menjadi panitia P3RI untuk bertugas menyembelih, mencacah, menguliti, hingga membagikan daging kepada warga.
Ketua P3RI Masjid Salman ITB, Yajid Syauqi Ayyubi menyampaikan bahwa para mahasiswa tersebut juga dipersiapkan untuk menyelenggarakan Adha Festival pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara tersebut akan membagikan 1.000 porsi sate dan gulai secara gratis kepada para jemaah.