Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah Amerika Serikat atau U.S. Treasuries menyusut sebesar 1,5 persen pada Maret 2026. Penurunan angka investasi ini dipicu oleh pengurangan kepemilikan aset secara signifikan oleh negara Jepang dan China pada Senin (18/5/2026).
Data terbaru dari Departemen Keuangan AS menunjukkan total nilai kepemilikan asing merosot menjadi US$ 9,348 triliun. Angka tersebut turun dari rekor tertinggi bulan sebelumnya yang sempat menyentuh US$ 9,487 triliun pada Februari 2026, seperti dilansir dari Internasional.
Meskipun mengalami penurunan bulanan, jumlah kepemilikan obligasi negara oleh pihak luar tersebut tercatat masih mengalami pertumbuhan tahunan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, total nilai investasi asing ini masih meningkat sebesar 3,3 persen.
Jepang tercatat mengurangkan porsi investasinya hampir 4 persen menjadi US$ 1,192 triliun dari posisi Februari sebesar US$ 1,239 triliun. Walau menyusut, Negeri Sakura tersebut tetap bertahan sebagai negara pemegang investasi U.S. Treasuries terbesar di luar kawasan Amerika Serikat.
Penurunan lebih tajam terjadi pada China yang memangkas kepemilikannya sebesar 6 persen hingga menyisakan US$ 652,3 miliar pada Maret 2026. Angka kepemilikan kupon obligasi bagi China bulan ini menjadi posisi yang paling rendah sejak September 2008.
Sebaliknya, Inggris sebagai penampung modal asing terbesar kedua justru menambah kepemilikan sebesar 3,3 persen menjadi US$ 926,9 miliar. Wilayah Inggris sering menjadi indikator pergerakan dana lindung nilai karena posisinya sebagai pusat kustodian utama global.
Berdasarkan catatan transaksi, instrumen modal lainnya seperti obligasi korporasi komersial AS mencatat arus masuk dana sebesar US$ 76,8 miliar. Sementara itu, sektor pasar saham komersial AS juga membukukan arus masuk modal senilai US$ 10,5 miliar selama periode Maret.
Secara agregat, jumlah total arus modal bersih yang masuk ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$ 150,7 miliar pada Maret. Jumlah pemasukan dana internasional tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan capaian bulan Februari yang berada pada angka US$ 182,7 miliar.
| Negara | Kepemilikan Feb | Kepemilikan Mar | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Jepang | US$ 1,239 triliun | US$ 1,192 triliun | turun ~4% |
| China | US$ 693,3 miliar | US$ 652,3 miliar | turun 6% |
| Inggris | US$ 897,3 miliar | US$ 926,9 miliar | naik 3,3% |
| Total Asing | US$ 9,487 triliun | US$ 9,348 triliun | turun 1,5% |