Investor asing melakukan aksi jual bersih dengan nilai signifikan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 25 Mei 2026, yang menyasar sejumlah saham papan atas seperti AMMN, BMRI, BUMI, AMRT, ANTM, dan TPIA.
Aksi pelepasan saham oleh pemodal internasional tersebut dilansir dari Investor Daily, di mana nilai penjualan bersih di seluruh pasar mencapai Rp 2,2 triliun dalam satu hari perdagangan.
Berdasarkan data dari otoritas bursa, akumulasi jual bersih investor asing sepanjang tahun berjalan kini membengkak hingga menyentuh angka Rp 43,8 triliun.
Pelepasan portofolio terbesar di pasar reguler melanda saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai Rp 226,2 miliar, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 197,5 miliar.
Tekanan jual juga berlanjut pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 160,7 miliar dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar Rp 157,8 miliar.
Dua emiten lain yang turut dilepas oleh asing adalah PT Antam Tbk (ANTM) dengan net sell Rp 121,8 miliar serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 111,6 miliar.
Di sisi lain, investor asing masih membukukan pembelian bersih tertinggi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 147,1 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 112,1 miliar.
Terlepas dari tekanan jual asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 44,3 poin atau 0,72 persen ke posisi 6.206,3 dengan nilai total transaksi harian mencapai Rp 16,4 triliun.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 498 saham mengalami kenaikan harga, 243 saham bergerak turun, dan 218 saham lainnya berakhir jalan di tempat.
Sektor transportasi memimpin penguatan sebesar 3,8 persen, disusul keuangan 1,4 persen, properti 1,29 persen, barang konsumen primer 1,09 persen, perindustrian 0,79 persen, dan infrastruktur 0,7 persen.
Sedangkan koreksi terdalam dialami sektor energi sebesar 2 persen, diikuti barang baku 0,9 persen, teknologi 0,3 persen, barang konsumen non-primer 0,1 persen, dan kesehatan 0,09 persen.
Kenaikan indeks domestik dipicu sentimen positif global dari negosiasi damai Amerika Serikat dan Iran, meski pergerakan terbebani pelemahan rupiah dan defisit Neraca Pembayaran Indonesia kuartal I-2026 senilai US$ 9,15 miliar menurut penilaian Pilarmas Investindo Sekuritas.