Investor Asing Catat Jual Bersih Rp 544 Miliar di Bursa Indonesia

Investor Asing Catat Jual Bersih Rp 544 Miliar di Bursa Indonesia
Foto: Ilustrasi Investor Asing Catat Jual Bersih Rp 544 Miliar di Bursa Indonesia.

Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing melanda Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai mencapai Rp 544,8 miliar di seluruh pasar pada Kamis (21/5/2026).

Dilansir dari Investor Daily, akumulasi pelepasan saham oleh modal asing tersebut membuat total nilai jual bersih sepanjang tahun berjalan melonjak menjadi Rp 41,3 triliun berdasarkan data resmi BEI.

Tekanan jual terbesar di pasar reguler menyasar saham PT Antam Tbk (ANTM) dengan nilai bersih Rp 204,1 miliar, yang kemudian diikuti oleh pelepasan saham perbankan dan telekomunikasi sekuritas besar lainnya.

Asing melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 145,9 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 141,5 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sejumlah Rp 134,6 miliar.

Penjualan berlanjut pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 119,29 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 110,2 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 103,9 miliar, serta PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 103,5 miliar.

Sebaliknya, arus modal masuk asing atau net buy justru mengalir ke saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 203,8 miliar dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 173,3 miliar.

Gelombang pelepasan saham tersebut berimbas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup merosot tajam sebesar 223,5 poin atau 3,54 persen ke level 6.094,9 pada akhir perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 700 saham bergerak melemah, sedangkan 91 saham mengalami penguatan, 168 saham tidak berubah, dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp 18,2 triliun.

Pihak Pilarmas Investindo Sekuritas memaparkan bahwa penurunan IHSG bertolak belakang dengan pergerakan mayoritas indeks saham Asia yang cenderung menguat karena meredanya tensi geopolitik global.

Menurut analisis Pilarmas Investindo Sekuritas, kejatuhan indeks domestik dipicu oleh tiga sentimen internal, meliputi pengetatan tata kelola ekspor komoditas strategis lewat BUMN oleh Presiden Prabowo, berlanjutnya pelemahan rupiah, serta sikap pelaku pasar yang menanti rilis Quarterly Review FTSE Global Equity Index Series pada 22 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi