Investor Asing Jual Bersih Rp751,2 Miliar Jelang Rebalancing MSCI

Investor Asing Jual Bersih Rp751,2 Miliar Jelang Rebalancing MSCI
Foto: Ilustrasi Investor Asing Jual Bersih Rp751,2 Miliar Jelang Rebalancing MSCI.

Pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual dari investor mancanegara pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Aksi jual bersih atau net foreign sell tersebut mencapai nilai yang cukup besar, yakni Rp751,2 miliar di seluruh pasar.

Dilansir dari Suara, pergerakan dana keluar ini dipicu oleh sikap waspada para pelaku pasar terhadap rencana pengumuman tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Agenda rutin tersebut dijadwalkan meluncur pada Selasa, 12 Mei 2026.

Fenomena ini menarik perhatian karena terjadi rotasi sektoral yang dinamis di lantai bursa. Meskipun dana asing secara total mengalir keluar, aliran modal tidak sepenuhnya meninggalkan pasar, melainkan berpindah ke sektor-sektor tertentu.

Di tengah tekanan jual pada indeks secara keseluruhan, sejumlah emiten justru tetap menjadi incaran investor internasional. Setidaknya ada sepuluh saham yang paling banyak dikoleksi pada perdagangan awal pekan tersebut.

PT Astra International Tbk (ASII) tercatat menarik dana asing sebesar Rp37,9 miliar, diikuti PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) senilai Rp23,3 miliar. Emiten telekomunikasi plat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), juga mengantongi Rp23,2 miliar.

Daftar beli asing kemudian dilengkapi oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar Rp20,3 miliar dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) senilai Rp17,9 miliar. Saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut masuk daftar dengan nilai Rp15,6 miliar, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp12,6 miliar.

Tekanan pada Saham Blue Chip dan Sektor Tambang

Kondisi sebaliknya terjadi pada jajaran saham berkapitalisasi pasar besar atau blue chip. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pelepasan saham paling masif oleh asing dengan nilai mencapai Rp334,71 miliar.

Sektor pertambangan juga tidak luput dari aksi jual yang intens. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dilepas asing dengan nilai Rp135,36 miliar, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat nilai jual bersih Rp115,86 miliar.

Emiten besar lainnya yang masuk dalam daftar jual mencakup PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp89,83 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp59,95 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp41,93 miliar.

Penurunan minat juga terlihat pada saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp38,86 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp38,56 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp33,98 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp30,93 miliar.

Menanti Momentum Pembuktian Indeks MSCI

Sentimen pasar saat ini sangat bergantung pada pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026. Indeks ini menjadi parameter krusial bagi manajer investasi global karena perubahan bobot di dalamnya akan memicu pergerakan dana pasif secara otomatis.

Situasi menjadi lebih sensitif mengingat MSCI sempat melakukan langkah tidak biasa dengan membekukan rebalancing saham Indonesia pada April 2026. Keputusan tersebut sempat meningkatkan ketidakpastian di pasar domestik.

Tinjauan berkala yang dilakukan empat kali dalam setahun ini menjadi titik krusial bagi Bursa Efek Indonesia. Hasil pengumuman akan membuktikan sejauh mana kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek ekonomi pasar modal Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi