Investor asing mencetak transaksi beli bersih atau net buy pada sejumlah saham pilihan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 67,1 poin atau 1,1 persen ke level 6.162 pada perdagangan Jumat (22/5/2026).
Aksi borong saham oleh investor asing tersebut berpusat pada sektor komoditas tambang, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sebagaimana dilansir dari Investor Daily berdasarkan data Stockbit.
Saham MDKA menjadi incaran utama dengan nilai net buy asing mencapai Rp 173,6 miliar, disusul oleh TINS sebesar Rp 80,9 miliar, dan INCO yang mencatatkan beli bersih senilai Rp 73,2 miliar.
Secara keseluruhan, bursa mencatat terdapat sepuluh saham dengan nilai transaksi beli bersih terbesar oleh investor asing pada akhir pekan tersebut.
| Peringkat | Nama Emiten | Nilai Net Buy Asing |
|---|---|---|
| 1 | PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | Rp 173,6 miliar |
| 2 | PT Timah Tbk (TINS) | Rp 80,9 miliar |
| 3 | PT Vale Indonesia Tbk (INCO) | Rp 73,2 miliar |
| 4 | PT Petrosea Tbk (PTRO) | Rp 36,8 miliar |
| 5 | PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) | Rp 18,7 miliar |
| 6 | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | Rp 16,4 miliar |
| 7 | PT Indika Energy Tbk (INDY) | Rp 15,8 miliar |
| 8 | PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) | Rp 14,8 miliar |
| 9 | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) | Rp 14,5 miliar |
| 10 | PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) | Rp 13,5 miliar |
Meskipun mencatatkan beli bersih pada saham-saham tertentu, investor asing secara akumulatif membukukan transaksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar yang mencapai Rp 309,4 miliar.
Aksi jual bersih investor asing di pasar reguler menyentuh angka Rp 1,07 triliun, sementara pasar negosiasi dan tunai justru membukukan net buy asing sebesar Rp 758,9 miliar.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari tersebut membukukan total nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 20,12 triliun, dengan volume perdagangan menyentuh 37,2 billion saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,94 juta kali.
Kenaikan IHSG ke level 6.162 didorong oleh penguatan 466 saham, sedangkan 271 saham bergerak melemah, dan sebanyak 222 saham lainnya ditutup stagnan tidak mengalami perubahan harga.