Investasi di Kabupaten Lebak Serap 2.856 Tenaga Kerja Lokal

Investasi di Kabupaten Lebak Serap 2.856 Tenaga Kerja Lokal
Foto: Ilustrasi Investasi di Kabupaten Lebak Serap 2.856 Tenaga Kerja Lokal.

Sebanyak 212 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) merealisasikan investasi di Kabupaten Lebak, Banten, pada triwulan I 2026. Arus modal yang masuk melalui 664 proyek tersebut tercatat berhasil menyerap 2.856 tenaga kerja lokal.

Dilansir dari Money, capaian realisasi investasi pada periode Januari hingga Maret 2026 di wilayah ini menembus angka Rp 580 miliar. Nilai tersebut menunjukkan lonjakan signifikan hingga 206 persen dibandingkan target awal yang ditetapkan sebesar Rp 282 miliar.

Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, merinci bahwa penanaman modal ini tersebar di berbagai sektor strategis. Bidang transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 155 miliar.

ÔÇ£Perusahaan PMDN dan PMA yang menanamkan modalnya di daerah tersebut terhitung pada triwulan 1 2026 mencapai 212 perusahaan dengan 664 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 2.856 orang,ÔÇØ kata Robertus di Lebak, Banten, Jumat.

Sektor pendukung lainnya meliputi gas, listrik, dan air dengan nilai Rp 126 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 98 miliar. Bidang perhotelan dan restoran menyumbang Rp 55 miliar, diikuti industri logam dasar serta peralatan senilai Rp 29 miliar.

Terkait asal modal asing, Singapura menjadi investor paling dominan dengan kucuran dana Rp 65 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh China senilai Rp 30 miliar, Amerika Serikat Rp 26 miliar, Korea Selatan Rp 7 miliar, serta Malaysia dan Inggris yang masing-masing mencatatkan Rp 5 miliar.

ÔÇ£Kami berharap kedepannya banyak perusahaan PMDN dan PMA menanamkan modalnya di daerah ini, sehingga mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 Tahun 2025,ÔÇØ kata Robertus.

Erwin menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat promosi untuk menarik minat para pemodal. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam Lebak yang melimpah mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pertambangan.

ÔÇ£Dengan demikian, ia mengatakan pihaknya berharap Kabupaten Lebak dibanjiri investor PMDN maupun PMA,ÔÇØ ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak saat ini telah mengalokasikan lahan seluas 10.000 hektare yang diproyeksikan sebagai kawasan industri baru. Lahan tersebut tersebar di 13 kecamatan dan memiliki aksesibilitas langsung ke infrastruktur transportasi utama di wilayah Banten.

ÔÇ£Kami sudah menyediakan lahan untuk kawasan industri seluas 10 ribu hektare tersebar di 13 kecamatan dan terkoneksi dengan Jalan Tol Rangkasbitung-Serang,ÔÇØ kata Robertus.

Artikel terkait

Rekomendasi