Investasi Kuartal I 2026 Capai Keseimbangan Antara PMA dan PMDN

Investasi Kuartal I 2026 Capai Keseimbangan Antara PMA dan PMDN
Foto: Ilustrasi Investasi Kuartal I 2026 Capai Keseimbangan Antara PMA dan PMDN.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, melaporkan capaian investasi Indonesia pada Kuartal I 2026 yang menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal asing (PMA) dan modal dalam negeri (PMDN) di Jakarta, Kamis (23/4).

Data yang dilansir dari Kompas mencatatkan nilai realisasi PMA mencapai Rp250 triliun atau setara 50,1 persen dari total investasi, sementara kontribusi PMDN berada di angka Rp248,8 triliun. Pertumbuhan investasi asing secara tahunan menyentuh 8,5 persen, melampaui pertumbuhan domestik yang tercatat sebesar 6 persen.

Pemerintah menilai komposisi sumber modal tersebut menandakan stabilitas kepercayaan pasar. Terkait pembagian proporsi dana tersebut, Rosan memaparkan detail perbandingan antara kedua jenis modal tersebut.

"Dari sisi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri relatif seimbang. PMA sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 50,1 persen atau Rp250 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp248,8 triliun," kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4).

Singapura tetap mempertahankan posisi sebagai sumber investasi asing utama bagi Indonesia. Merujuk pada data yang dikutip dari kanal YouTube Kemenko Bidang Perekonomian, nilai investasi dari negara tetangga tersebut mencapai angka miliaran dolar AS.

"Dari sisi negara asal investasi, Singapura masih menjadi investor terbesar dengan nilai 4,6 miliar dolar AS," ujarnya Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Peringkat investor terbesar berikutnya ditempati oleh Hong Kong dengan nilai 2,7 miliar dolar AS dan China sebesar 2,2 miliar dolar AS. Akumulasi investasi dari Hong Kong dan China yang mencapai 4,9 miliar dolar AS tercatat melampaui total investasi Singapura secara mandiri.

Daftar Investor Utama Indonesia Kuartal I 2026
PeringkatNegara AsalNilai Investasi (Dolar AS)
1Singapura4,6 Miliar
2Hong Kong2,7 Miliar
3China2,2 Miliar

Selain tiga besar tersebut, negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Belanda turut memperkuat daftar investor utama di tanah air. Kondisi ini dianggap sebagai sinyal positif di tengah ketidakpastian situasi ekonomi global saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi