Investor mulai melirik strategi investasi defensif melalui instrumen pendapatan tetap pada aset digital akibat ketidakpastian pasar kripto di tengah tensi geopolitik Timur Tengah pada Senin (27/4/2026). Pergeseran ini terjadi saat aset utama seperti Bitcoin dan XRP mengalami pergerakan harga yang cenderung terbatas.
Arthur Hayes, salah satu pendiri dan mantan CEO BitMEX, mengamati bahwa kondisi pasar saat ini memiliki risiko tinggi untuk aktivitas perdagangan. Dilansir dari Money, tekanan harga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta kekhawatiran global terhadap aset berisiko.
"Pasar saat ini terlalu berisiko untuk diperdagangkan. Teknologi AI baru mendorong harga turun dan ketegangan di Timur Tengah membuat investor khawatir tentang aset berisiko seperti BTC dan XRP," ujar Hayes, Senin (27/4/2026).
Situasi ini diperparah dengan fase konsolidasi yang dialami oleh dua aset kripto terbesar tersebut. Menurut Hayes, hal ini mengindikasikan minimnya perubahan signifikan pada tren harga dalam jangka pendek.
"Terlebih lagi, kedua raksasa kripto ini sedang berkonsolidasi, yang berarti tidak ada perubahan besar dalam lintasan harga mereka," imbuh Hayes.
Data pasar menunjukkan Bitcoin mencatatkan kenaikan sekitar 7 persen dalam sebulan terakhir, namun tetap terjebak dalam kisaran harga yang sempit. Sebaliknya, XRP mengalami koreksi tipis sebesar 0,78 persen pada periode yang sama seiring kewaspadaan pelaku pasar.
Kondisi pasar yang stagnan memicu minat pada model Digital Asset Treasuries (DAT). Skema ini menawarkan pengembalian yang lebih stabil dibandingkan dengan mengandalkan fluktuasi harga atau capital gain dari aset digital.
Platform treasury aset digital seperti Varntix mulai menyediakan opsi akun kripto berbasis pendapatan tetap dengan skema akun tetap dan fleksibel. Investor pada akun tetap dapat mengunci aset untuk tenor 6, 12, hingga 24 bulan dengan potensi imbal hasil mencapai 24 persen per tahun (APY).
Hayes memberikan pandangan bahwa pemanfaatan aset untuk jangka waktu tertentu dapat membantu mengoptimalkan portofolio yang dimiliki investor. Strategi ini dianggap efektif di tengah rendahnya momentum pasar.
"Tentunya keuntungan investor bisa cukup signifikan sejak berinvestasi," tutur Hayes.
Selain opsi penguncian dana, terdapat akun fleksibel dengan ambang investasi mulai 50 dollar AS yang mempertahankan likuiditas tanpa periode penguncian. Pembayaran hasil investasi menggunakan stablecoin seperti USDT atau USDC untuk meminimalisasi paparan terhadap volatilitas harga aset kripto utama.