Investasi KEK Mandalika Tumbuh Signifikan Sentuh Rp 6 Triliun

Investasi KEK Mandalika Tumbuh Signifikan Sentuh Rp 6 Triliun
Foto: Ilustrasi Investasi KEK Mandalika Tumbuh Signifikan Sentuh Rp 6 Triliun.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mencatat pertumbuhan investasi signifikan mencapai Rp 6,018 triliun hingga akhir 2025. Capaian ini diiringi penyerapan tenaga kerja sebanyak 26.002 orang, seperti dilansir dari Investor Daily pada Minggu (24/5).

Lonjakan investasi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas wisata, tingkat okupansi hotel, serta konektivitas penerbangan menuju Lombok. Hingga Desember 2025, sebanyak 27 pelaku usaha dari dalam dan luar negeri, termasuk Singapura, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, dan Maroko, telah beroperasi di kawasan ini.

Sektor yang berkembang di KEK Mandalika meliputi hotel dan resort, lifestyle tourism, mixed use development, utilitas kawasan, hingga ekosistem pendukung motorsport. Konsep integrated tourism destination menjadi daya tarik utama bagi para investor.

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation, Troy Warokka, menilai pertumbuhan investasi ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek kawasan tersebut.

"Masuknya berbagai investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi dan prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia," ujar Troy Warokka, Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation.

Peningkatan juga terjadi pada sektor pariwisata, di mana jumlah kunjungan wisatawan periode Januari hingga April 2026 mencapai 285.003 orang. Rata-rata lama tinggal wisatawan naik menjadi 2,33 hari dari 1,96 hari pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara okupansi hotel mencapai 44,57%.

"Peningkatan length of stay dan okupansi menunjukkan wisatawan mulai menjadikan The Mandalika sebagai destinasi dengan durasi tinggal yang lebih panjang. Dampaknya tentu dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor hospitality," kata Troy Warokka, Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation.

Respons positif mengenai perkembangan kawasan pariwisata berkelanjutan ini juga disampaikan oleh pihak investor yang menanamkan modal di Lombok Tengah.

"Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat," ujar Satoki Okazaki, Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort.

Pertumbuhan pariwisata didukung oleh data Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) yang mencatat jumlah penumpang JanuariÔÇôApril 2026 mencapai 850.319 orang, atau naik 18,4%.

Pergerakan pesawat juga meningkat 35,3% dengan maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia, dan Scoot yang melayani 11 rute domestik dan dua rute internasional.

"Penguatan konektivitas udara menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan investasi di kawasan strategis seperti The Mandalika," ujar Aidhil Philip Julian, General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok.

ITDC saat ini terus memperkuat pembangunan infrastruktur kawasan mulai dari utilitas, konektivitas, hingga penataan area wisata guna meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi