Investasi Indonesia Triwulan I 2026 Diproyeksi Capai Rp 497 Triliun

Investasi Indonesia Triwulan I 2026 Diproyeksi Capai Rp 497 Triliun
Foto: Ilustrasi Investasi Indonesia Triwulan I 2026 Diproyeksi Capai Rp 497 Triliun.

Pemerintah memproyeksikan realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai Rp 497 triliun atau tumbuh sebesar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani pada Selasa (14/4/2026).

Pertumbuhan modal ini dilaporkan berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan nasional. Berdasarkan data yang dilansir dari Nasional, perolehan investasi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini diperkirakan mampu menyerap hingga 627.000 orang tenaga kerja baru ke berbagai sektor industri.

Angka tersebut menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan catatan pada Kuartal I 2025. Saat itu, realisasi investasi tercatat berada di angka Rp 465 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 594.000 orang.

"Dengan perkembangan ini, insya Allah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada 3 bulan pertama ini, bisa kami capai yaitu sebesar Rp 497 triliun. Berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan," kata Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Kenaikan jumlah pekerja yang terserap mencapai sekitar 5,5 persen dibandingkan periode tahun lalu. Rosan menekankan bahwa kebijakan strategis pemerintah menjadi pendorong utama masuknya aliran modal tersebut.

"Penyerapan terhadap kerja diperkirakan mencapai 627.000 orang atau naik sekitar 5,5 persen," tutur Rosan.

Sektor hilirisasi yang menjadi prioritas nasional tercatat menyumbang porsi signifikan terhadap total realisasi investasi. Kebijakan ini masih menjadi magnet utama bagi para investor yang menanamkan modalnya di tanah air.

"Program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, terutama memang kalau kita lihat hilirisasi, masih menjadi salah satu kontributor yang besar. Kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia," papar Rosan.

Dari sisi bidang usaha, industri logam dasar mendominasi dengan nilai Rp 67 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026. Sektor lain yang turut berkontribusi besar meliputi transportasi, gudang, dan logistik senilai Rp 54 triliun, pertambangan Rp 51 triliun, jasa lainnya Rp 43 triliun, serta perumahan senilai Rp 36 triliun.

Secara geografis, Jakarta memimpin realisasi investasi dengan Rp 74 triliun, disusul Jawa Barat Rp 72 triliun, Jawa Timur Rp 38 triliun, Sulawesi Tengah Rp 34 triliun, dan Banten Rp 33 triliun. Rosan juga merinci daftar negara yang menjadi sumber modal asing terbesar bagi Indonesia.

"Negara-negaranya (penanaman modal asing) masih didominasi seperti Singapura, kemudian China, kemudian Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan yang lain-lainnya," imbuh Rosan.

Artikel terkait

Rekomendasi