Investasi Indonesia Capai Rp498 Triliun pada Kuartal I 2026

Investasi Indonesia Capai Rp498 Triliun pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Investasi Indonesia Capai Rp498 Triliun pada Kuartal I 2026.

Realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp498,8 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026 atau mencapai 24,4 persen dari target tahunan. Capaian ini diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (23/4), sebagaimana dilansir dari Kompas.

Total perolehan tersebut merupakan bagian dari target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp2.004,1 triliun. Secara struktur, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp250 triliun atau 50,1 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatatkan angka Rp248,8 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyatakan bahwa hasil pada awal tahun ini menjadi indikator kepercayaan penanam modal terhadap stabilitas ekonomi nasional yang masih terjaga kuat.

"Capaian tersebut setara dengan 24,4 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp2.004,1 triliun yang ditetapkan oleh Bappenas," kata Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Pemerintah mencatat adanya keseimbangan yang lebih baik antara investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Wilayah luar Jawa sedikit memimpin dengan kontribusi sebesar Rp251,3 triliun, sedangkan investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp247,5 triliun.

"Maluku Utara juga mencatat peran penting, terutama dari aktivitas hilirisasi," ungkap Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Sektor industri logam dasar dan barang logam menjadi daya tarik utama bagi para investor dengan nilai mencapai Rp69,4 triliun. Peringkat investasi daerah masih dipimpin oleh DKI Jakarta dengan Rp78,7 triliun, diikuti oleh Jawa Barat dan Banten.

Strategi nasional tetap bertumpu pada pengembangan hilirisasi yang menyumbang Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total realisasi. Sektor mineral seperti nikel dan tembaga menjadi motor penggerak utama pada industri ini.

"Kontribusinya mencapai 29,6 persen atau Rp147,5 triliun, meningkat 8,2 persen secara tahunan. Sektor ini masih didominasi industri mineral senilai Rp98,3 triliun, mencakup komoditas seperti nikel, tembaga, hingga baja," terang Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Dari sisi asal negara, Singapura tetap menjadi investor terbesar dengan nilai 4,6 miliar dolar AS. Meski demikian, penggabungan investasi dari Hong Kong dan China mencatatkan nilai yang lebih tinggi, yakni sekitar 4,9 miliar dolar AS.

Daftar Lokasi Investasi Terbesar Kuartal I 2026
PeringkatProvinsiNilai Investasi
1DKI JakartaRp78,7 triliun
2Jawa BaratRp76,8 triliun
3BantenRp34,5 triliun
4Jawa TimurRp32,6 triliun
5Sulawesi TengahRp32,1 triliun

Artikel terkait

Rekomendasi