Intel resmi merilis jajaran laptop terbaru yang dibekali prosesor Intel Core Ultra Series 3 di pasar Indonesia pada Rabu (15/4/2026). Chipset mutakhir dengan kode Panther Lake ini hadir melalui kemitraan dengan berbagai produsen perangkat keras global untuk mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan.
Dilansir dari Detik iNET, perangkat komputer pribadi (PC) berbasis AI generasi terbaru ini diklaim memberikan terobosan besar pada sisi performa dan efisiensi daya. Pengolahan grafis juga mendapatkan peningkatan signifikan guna menunjang produktivitas dan hiburan di masa depan.
Konsumen di tanah air saat ini sudah dapat memperoleh laptop yang ditenagai chipset tersebut melalui berbagai jaringan ritel utama. Sejumlah merek besar seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, hingga MSI telah menyediakan jajaran produk unggulan mereka dengan teknologi terbaru ini.
Arsitektur Intel Core Ultra Series 3 dibangun menggunakan teknologi proses Intel 18A yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI yang berat. Chipset ini mengintegrasikan CPU, GPU, dan Neural Processing Unit (NPU) dalam satu paket untuk mempercepat pemrosesan data secara lokal.
Kemampuan NPU yang tersemat di dalamnya dilaporkan mampu menghasilkan tenaga hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI tanpa bergantung pada internet. Selain itu, penggunaan arsitektur grafis Xe3 terbaru diharapkan dapat meningkatkan kualitas visual dan performa dalam menjalankan gim.
Efisiensi komponen chip ini memungkinkan produsen merakit laptop dengan desain yang lebih tipis dan ringan tanpa mengorbankan responsivitas sistem. Secara global, terdapat lebih dari 200 desain laptop yang mencakup segmen premium, produktivitas, hingga perangkat korporat.
Langkah peluncuran ini dipandang sebagai lompatan besar dalam peta jalan komputasi perusahaan oleh Intel Indonesia. Harry K. Nugraha selaku pemimpin Intel di Indonesia menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kombinasi performa tinggi dan daya tahan baterai yang optimal.
"Intel Core Ultra Series 3 merupakan langkah maju yang signifikan dalam roadmap komputasi client kami," kata Harry dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Inovasi ini ditujukan untuk memberdayakan pengguna lokal di tengah pesatnya adopsi digital di Indonesia. Dukungan dari mitra pembuat peralatan asli (OEM) menjadi kunci agar konsumen dapat merasakan pengalaman komputasi generasi baru.
"Seiring pesatnya adopsi digital dan inovasi berbasis AI di Indonesia, kami berkomitmen untuk memberdayakan pengguna lokal dengan teknologi yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan dukungan mitra OEM terkemuka, konsumen, dan pelaku bisnis di Indonesia kini dapat merasakan pengalaman generasi baru komputasi berbasis AI," tambah Harry.
Ketersediaan teknologi NPU bawaan ini menjadi solusi bagi para pekerja yang membutuhkan asisten pintar untuk menyelesaikan tugas lebih cepat. Penggunaan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan kini dapat dilakukan dengan lebih efisien tanpa menguras daya baterai secara berlebihan.