Inflasi April 2026 Terkendali pada Level 2,42 Persen

Inflasi April 2026 Terkendali pada Level 2,42 Persen
Foto: Ilustrasi Inflasi April 2026 Terkendali pada Level 2,42 Persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa tingkat inflasi tahunan pada April 2026 mencapai 2,42 persen di Jakarta, Senin (4/5/2026). Angka tersebut dinilai mulai terkendali seiring meredanya tekanan dari faktor subsidi tarif listrik yang sempat mempengaruhi indeks harga sebelumnya.

Kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan tren normalisasi setelah kebijakan subsidi disesuaikan. Berdasarkan data yang dilansir dari Money, stabilnya angka inflasi ini sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pihak mengenai sulitnya pengendalian harga di tingkat konsumen.

ÔÇ£Eh, inflasi bagus kan hari ini? Itu kan seperti saya bilang sebelumnya, yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi. Begitu _ilang_ kan kembali ke 2,4 ya? 2,4 tadi ya?ÔÇØ kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah menjalankan strategi penyerapan kenaikan harga minyak global melalui instrumen subsidi agar beban ekonomi tidak langsung memukul masyarakat. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga domestik di tengah fluktuasi pasar komoditas internasional.

ÔÇ£Kan kita _absorb_ (menyerap) harga minyaknya kan? Biasanya yang menekan harga minyak tinggi, inflasi tinggi biasanya minyak harganya yang berlebihan naiknya,ÔÇØ ucap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya mengingatkan adanya risiko lonjakan inflasi yang signifikan apabila harga bahan bakar minyak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar global tanpa intervensi. Pemerintah memandang subsidi energi sebagai langkah krusial untuk melindungi daya beli masyarakat.

ÔÇ£Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti harga minyaknya, inflasinya naik tinggi, daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan,ÔÇØ tegas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Penggunaan anggaran negara untuk subsidi didasarkan pada analisis dampak ekonomi yang mendalam, bukan sekadar pemberian bantuan tanpa arah. Hal ini dilakukan guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah tantangan global.

ÔÇ£Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM,ÔÇØ ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Keputusan mempertahankan subsidi menjadi bagian dari perhitungan untuk mencegah keruntuhan ekonomi akibat inflasi yang tidak terkendali. Menkeu menegaskan bahwa setiap langkah fiskal memiliki dasar perhitungan yang matang.

ÔÇ£Jadi itu ada hitungannya, bukan saya _sok jago_, banyak _duit_ bagi-bagi, itu ada hitungannya. Hitungannya kita adalah, mana yang paling bagus, kita subsidi, atau kita ambil subsidi-nya, uangnya banyak, saya _belanjain_, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan,ÔÇØ kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama dengan laju inflasi sebesar 3,06 persen.

ÔÇ£Pada April tahun 2026, inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan atau _mtm_ atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 110,95,ÔÇØ kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Artikel terkait

Rekomendasi