Indosat Pastikan Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Indosat Pastikan Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Foto: Ilustrasi Indosat Pastikan Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

PT Indosat Tbk mengonfirmasi partisipasi perusahaan dalam lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Selasa (5/5/2026). Langkah strategis ini diambil guna mendukung penguatan infrastruktur telekomunikasi dan pengembangan ekonomi digital nasional berbasis kecerdasan buatan.

Dilansir dari Teknologi, perusahaan telekomunikasi ini sedang mematangkan persiapan internal untuk bersaing memperebutkan kedua pita spektrum tersebut. Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menyesuaikan iklim kompetisi industri seluler.

"Jadi Indosat sudah siap sepenuhnya dan saya ingin benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih [mengapresiasi] kepada Komdigi," kata Vikram Sinha, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Penilaian positif diberikan terhadap tren harga dasar lelang yang kini dianggap lebih terjangkau dibandingkan periode sebelumnya. Vikram mencatat adanya perbaikan signifikan pada struktur biaya spektrum di Indonesia setelah melakukan komparasi dengan standar internasional.

Pemanfaatan spektrum baru ini diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi akselerasi teknologi masa depan di tanah air. Penyesuaian harga tersebut dinilai akan memberikan dampak langsung pada keberlanjutan investasi penyedia layanan seluler.

Sementara itu, manajemen internal masih melakukan peninjauan mendalam guna memastikan setiap langkah investasi sejalan dengan visi jangka panjang. Chief Legal & Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti, menegaskan bahwa perusahaan mempertimbangkan banyak variabel sebelum mengambil keputusan final.

"Dan tentunya kami akan selalu mempertimbangkan kebutuhan layanan, kondisi pasar dan juga tentu dengan jangka panjang bagi perusahaan," kata Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer Indosat.

Pemerintah melalui Komdigi menjadwalkan pengumuman pemenang lelang pada akhir Juli 2026 mendatang. Meskipun seluruh operator seluler besar telah diundang, otoritas menekankan bahwa partisipasi tetap bergantung pada minat masing-masing perusahaan.

"Kemungkinan [pemenang] di akhir Juli ya, kalau lihat jadwal," kata Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi.

Wayan menjelaskan bahwa seleksi akan dilakukan secara ketat dengan sistem peringkat untuk menentukan pemenang tunggal pada tiap pita frekuensi. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan pengelolaan sumber daya spektrum dilakukan secara optimal oleh pihak yang paling kompeten.

"Kami undang tiga-tiganya, tetapi apakah minat atau tidak kan kami belum tahu," kata Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi.

Pemerintah belum menetapkan target angka penerimaan negara karena proses pengambilan dokumen seleksi oleh para peserta masih berjalan. Penentuan harga dasar sendiri telah melibatkan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan BPKP.

"Yang menang rangking satu. Masing-masing spektrum satu pemenang berarti, 700 sama 2,6," kata Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi.

Secara teknis, pita 700 MHz dialokasikan untuk memperluas jangkauan sinyal di wilayah terpencil, sedangkan pita 2,6 GHz difokuskan pada peningkatan kapasitas data. Fokus utama penggunaan spektrum 2,6 GHz adalah untuk mendukung pertumbuhan jaringan 5G yang lebih stabil dan cepat di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi