PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) membidik peluang untuk berpartisipasi dalam lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Selasa (5/5/2026).
Langkah ini diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan mobile broadband di Indonesia. Dilansir dari Investortrust, seleksi ini merupakan bagian dari optimalisasi spektrum frekuensi nasional untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025ÔÇô2029.
Persiapan internal kini tengah dijalankan oleh manajemen perusahaan telekomunikasi tersebut agar dapat terlibat langsung dalam proses seleksi penggunaan jaringan bergerak seluler.
"Kami sedang mempersiapkan diri untuk memastikan dapat berpartisipasi dalam lelang frekuensi 2,6 GHz maupun 700 MHz," ujar Vikram Sinha, Presiden Direktur ISAT.
Kebijakan Komdigi dalam menyelenggarakan lelang ini diapresiasi oleh manajemen karena dinilai semakin transparan dan terstruktur. Penurunan harga dasar lelang serta biaya spektrum juga dipandang sebagai angin segar bagi pelaku industri.
"Koreksi harga spektrum akan sangat membantu perkembangan ekonomi berbasis AI maupun ekonomi digital," jelas Vikram Sinha.
Adapun komoditas spektrum yang ditawarkan pemerintah dalam lelang ini mencakup pita 700 MHz dengan total lebar pita 70 MHz. Selain itu, terdapat pula pita 2,6 GHz dengan rentang 2500ÔÇô2690 MHz yang menyediakan total lebar pita sebesar 190 MHz.
Penambahan kapasitas spektrum tersebut krusial bagi operator seluler demi mengakomodasi lonjakan kebutuhan layanan data masyarakat. Penyelenggaraan lelang ini sekaligus menjadi pilar penting dalam implementasi Rencana Strategis Komdigi 2025ÔÇô2029.