Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tidak Butuh Bantuan IMF

Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tidak Butuh Bantuan IMF
Foto: Ilustrasi Menteri Keuangan Tegaskan Indonesia Tidak Butuh Bantuan IMF.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak membutuhkan bantuan pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF) berkat kondisi APBN yang masih kokoh. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (14/6).

Klaim mengenai kekuatan anggaran negara ini didukung oleh kepemilikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai angka Rp 420 triliun sebagai bantalan ekonomi. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Purbaya sempat mempertanyakan keberadaan kebijakan khusus IMF untuk menekan ketidakpastian global saat ini.

Pihak IMF merespons dengan menyatakan bahwa lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan terkait kebijakan itu dan fokus pada penyediaan dana bagi negara yang mengalami kesulitan finansial.

"Saya tanya ke mereka apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Dia bilang IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu, tetapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp 420 triliun yang saya bilang sebelumnya,," kata Purbaya dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (17/4/2026).

Menkeu menjelaskan bahwa lembaga keuangan internasional tersebut merasa heran terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan dunia. Akselerasi ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi faktor utama peredam dampak negatif fluktuasi global.

"Mereka agak bingung sebetulnya tadinya kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global seperti ini. Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi," tutur Purbaya.

Purbaya juga menyoroti prediksi IMF terkait situasi dunia yang diprediksi akan tetap tidak menentu dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanjanya akan berakhir.

"IMF menjelaskan ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi, kita akan menghadapi ketidakpastian," imbuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi