Indonesia dan Tiongkok Sepakati 11 Proyek Kerja Sama Strategis

Indonesia dan Tiongkok Sepakati 11 Proyek Kerja Sama Strategis
Foto: Ilustrasi Indonesia dan Tiongkok Sepakati 11 Proyek Kerja Sama Strategis.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok semakin erat melalui penyepakatan sejumlah kerja sama strategis dalam program "Dua Negara, Twin Parks" di Kota Fuzhou, Tiongkok, pada Jumat (15/5/2026). Kerja sama ini mencakup sektor kesehatan, layanan medis, hingga ekonomi digital guna memperkuat pembangunan kedua negara.

Delegasi Indonesia dalam acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Ali Murtopo Simbolon. Penandatanganan proyek utama ini diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Kota Fuzhou, Biro Perdagangan Kota Fuzhou, Komite Pengelola Kawasan Investasi Yuanhong Fuzhou New Area, serta Universitas Teknologi Fuyao, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

"Indonesia dan Tiongkok telah lama menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan yang erat serta stabil. ÔÇÿDua Negara, Twin ParksÔÇÖ merupakan hasil penting yang didorong bersama oleh para pemimpin kedua negara. Pemerintah Indonesia akan terus mendukung pendalaman kerja sama dalam bidang perdagangan, ekonomi digital, sinergi industri, dan investasi, serta mendorong lebih banyak proyek untuk direalisasikan," kata Ali Murtopo Simbolon, Wakil Menteri Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia.

Langkah penguatan investasi ini juga sejalan dengan arahan serta kebijakan dari pimpinan tertinggi pemerintah Indonesia. Keterbukaan terhadap penanaman modal asing bermutu tinggi menjadi fokus utama dalam pembangunan kawasan industri baru.

"Indonesia menyambut lebih banyak investasi berkualitas tinggi dari Tiongkok, khususnya dalam bidang manufaktur, ekonomi digital, energi baru, dan pembangunan kawasan industri," kata Prabowo Subianto, Presiden Indonesia.

Pemerintah daerah di Tiongkok menyambut baik penguatan kolaborasi ini. Hubungan strategis tersebut dinilai menjadi bagian penting dari implementasi jalur perdagangan internasional.

"ÔÇÿDua Negara, Twin ParksÔÇÖ adalah proyek strategis besar yang secara pribadi diperhatikan dan didorong oleh Presiden Xi Jinping, sekaligus praktik penting kerja sama ÔÇÿBelt and RoadÔÇÖ antara Fujian dan Indonesia. Kami berharap kedua pihak dapat semakin memperdalam kerja sama ekonomi, teknologi, pendidikan, dan pertukaran talenta, sehingga lebih banyak proyek berkualitas dapat terealisasi di kedua arah," kata Wu Xiande, Wali Kota Fuzhou.

Otoritas perdagangan Tiongkok melihat adanya potensi besar dari kombinasi sektor industri kedua belah pihak. Penguatan jaringan pasokan global menjadi target utama ke depan.

"Tiongkok dan Indonesia memiliki keunggulan industri yang sangat saling melengkapi. Ke depan, kedua pihak perlu semakin memperkuat kerja sama rantai pasokan dan sinergi industri regional untuk bersama-sama mendorong kerja sama keterbukaan tingkat tinggi," kata Wang Liping, Direktur Departemen Asia Kementerian Perdagangan Tiongkok.

Akselerasi program ini ditandai dengan pembentukan platform resmi 'ChinaÔÇôIndonesia Two Countries Twin Parks Strategic Cooperation Platform' yang dioperasikan oleh Indonesia Two Countries Twin Parks Cooperation Service Co., Ltd. Kolaborasi ini menandai pergeseran model kawasan industri tradisional menuju integrasi lintas negara yang mencakup rantai industri, modal, serta pasokan.

"Inti dari ÔÇÿDua Negara, Twin ParksÔÇÖ bukan hanya pembangunan kawasan industri, tetapi juga integrasi mendalam rantai industri, modal, dan talenta antara Tiongkok dan Indonesia. Platform ini diharapkan menjadi jembatan penting kerja sama industri kedua negara dan menyediakan platform kerja sama yang lebih efisien serta lebih internasional bagi perusahaan-perusahaan kedua negara," kata He Jianhui, Perwakilan platform strategis.

Fokus implementasi proyek ini akan menyasar 11 bidang strategis, mulai dari keamanan data kecerdasan buatan, mobilitas pintar energi baru, manufaktur sepeda motor listrik, biofarmasi, hingga pelatihan e-commerce lintas negara. Sektor swasta dari kedua negara menyatakan optimisme tinggi terhadap ekosistem baru ini.

"Pasar kesehatan Indonesia berkembang sangat cepat. Melalui kerja sama dengan perusahaan Tiongkok, kami berharap dapat mendorong modernisasi peralatan medis, manajemen rumah sakit, dan industri kesehatan di Indonesia," kata Junianto, Perwakilan rumah sakit publik Semarang Charlie Hospital Indonesia.

Selain sektor medis, sektor transportasi ramah lingkungan juga menjadi sorotan utama dalam kesepakatan ini. Upaya konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik kini tengah dipacu melalui integrasi sumber daya lintas negara.

"Pasar sepeda motor listrik dan mobilitas energi baru di Indonesia sedang berada pada fase pertumbuhan pesat, dengan target mendorong transformasi jutaan sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Melalui platform ÔÇÿDua Negara, Twin ParksÔÇÖ, kedua negara dapat mengintegrasikan teknologi, modal, rantai pasokan, dan sumber daya pasar dengan lebih efisien," kata Feng Tao, Perwakilan platform energi baru global MOVA.

Peningkatan kapasitas manufaktur pintar juga menjadi target strategis bagi pelaku industri elektronik lokal. Penguatan basis produksi dalam negeri ini diproyeksikan untuk menyuplai kebutuhan regional yang lebih luas.

"Indonesia sedang memasuki tahap pertumbuhan pesat industri elektronik konsumen dan manufaktur pintar. Melalui platform ÔÇÿDua Negara, Twin ParksÔÇÖ, kami berharap dapat memperkuat kerja sama dalam manufaktur peralatan rumah tangga, integrasi rantai pasokan, dan produksi lokal untuk membangun sistem industri manufaktur pintar bagi pasar ASEAN," kata Chen Wei, Perwakilan Indonesia Weilai Electronics.

Artikel terkait

Rekomendasi