Indonesia dan Tiongkok Perkuat Proyek Twin Parks Lewat Platform Strategis

Indonesia dan Tiongkok Perkuat Proyek Twin Parks Lewat Platform Strategis
Foto: Ilustrasi Indonesia dan Tiongkok Perkuat Proyek Twin Parks Lewat Platform Strategis.

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok memasuki babak baru melalui penguatan proyek Two Countries, Twin Parks. Kolaborasi ini kini berkembang tidak lagi sebatas kerja sama kawasan industri konvensional.

Kemitraan bilateral tersebut mulai merambah integrasi rantai pasok, investasi, hingga ekonomi digital lintas negara, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Langkah penguatan tersebut ditandai melalui Pertemuan Penjajakan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan 'Dua Negara, Twin Parks' TiongkokÔÇôIndonesia di Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, pada 15 Mei 2026.

Forum itu mempertemukan unsur pemerintah, kawasan industri, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dari kedua negara. Tujuannya adalah untuk memperluas sinergi investasi dan industri strategis.

Salah satu hasil utama forum tersebut ialah peluncuran ChinaÔÇôIndonesia Two Countries Twin Parks Strategic Cooperation Platform yang mendapat dukungan resmi pemerintah.

Platform tersebut dioperasikan oleh Indonesia Two Countries Twin Parks Cooperation Service Co., Ltd. Fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi layanan investasi dan pengembangan industri dalam proyek Twin Parks.

Dalam dokumen dukungan strategis yang diumumkan pada forum tersebut, platform itu disebut sebagai proyek percontohan penting kerja sama industri bilateral IndonesiaÔÇôTiongkok.

Kehadirannya ditujukan untuk memperkuat sinergi industri, konektivitas investasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kalangan industri menilai dukungan resmi pemerintah terhadap platform tersebut menunjukkan evolusi model kerja sama Twin Parks dari pola kawasan industri konvensional menuju model kolaborasi industri yang lebih luas.

Perwakilan platform strategis Twin Parks, He Jianhui, mengatakan inti kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan industri.

Fokus utama kerja sama kini terletak pada integrasi yang lebih dalam antarrantai industri, modal, dan talenta kedua negara.

"Platform ini diharapkan menjadi jembatan penting kerja sama industri kedua negara dan menyediakan platform kerja sama yang lebih efisien serta lebih internasional bagi perusahaan-perusahaan kedua negara,"

kata dia dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (21/5).

Menurut dia, sektor yang menjadi fokus pengembangan meliputi energi baru, manufaktur cerdas, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, kesehatan, cross-border e-commerce, hingga industri konsumsi hijau.

Pada kesempatan yang sama, kedua negara juga menandatangani 11 proyek kerja sama strategis.

Proyek tersebut mencakup pengembangan keamanan data berbasis AI, mobilitas pintar energi baru, manufaktur sepeda motor listrik, biofarmasi, elektronik konsumen pintar, hingga pelatihan talenta e-commerce lintas negara.

Selain itu, turut diluncurkan Platform Strategis Kerja Sama Industri Bilateral Indonesia serta Pusat Layanan Kerja Sama Investasi Dua Arah TiongkokÔÇôIndonesia untuk memperkuat ekosistem investasi dan industri kedua negara.

Wakil Menteri Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Ali Murtopo Simbolon mengatakan proyek Twin Parks merupakan salah satu hasil penting hubungan bilateral yang terus berkembang.

"Pemerintah Indonesia akan terus mendukung pendalaman kerja sama dalam bidang perdagangan, ekonomi digital, sinergi industri, dan investasi, serta mendorong lebih banyak proyek untuk direalisasikan,"

katanya.

Wali Kota Fuzhou Wu Xiande menambahkan proyek Twin Parks menjadi bagian penting kerja sama Belt and Road Initiative antara Fujian dan Indonesia.

"Ia berharap kerja sama dapat diperluas pada sektor ekonomi, teknologi, pendidikan, dan pengembangan talenta."

Sementara itu, Direktur Departemen Asia Kementerian Perdagangan Tiongkok Wang Liping menilai struktur industri Indonesia dan Tiongkok memiliki karakter saling melengkapi sehingga peluang penguatan rantai industri regional masih terbuka luas.

Dari kalangan pelaku usaha, proyek Twin Parks dipandang berpotensi mempercepat realisasi investasi di Indonesia.

Perwakilan Charlie Hospital Indonesia Junianto menilai kerja sama dengan perusahaan Tiongkok dapat mempercepat modernisasi fasilitas medis dan pengelolaan rumah sakit.

Di sektor kendaraan listrik, perwakilan platform mobilitas energi baru MOVA, Feng Tao, menilai pasar kendaraan listrik Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Hal ini terutama seiring target konversi jutaan sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

"Melalui platform Twin Parks, kedua negara dapat mengintegrasikan teknologi, modal, rantai pasokan, dan sumber daya pasar dengan lebih efisien,"

ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Weilai Electronics Chen Wei menyebut Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan industri elektronik konsumen dan manufaktur pintar yang membuka peluang produksi lokal dan penguatan rantai pasok regional.

Artikel terkait

Rekomendasi