Indonesia Tingkatkan Impor Minyak dan LPG dari Amerika Serikat

Indonesia Tingkatkan Impor Minyak dan LPG dari Amerika Serikat
Foto: Ilustrasi Indonesia Tingkatkan Impor Minyak dan LPG dari Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) mengamankan pasokan tambahan minyak mentah dan LPG dari Amerika Serikat guna memenuhi kebutuhan domestik. Penambahan volume impor ini merupakan realisasi dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada awal tahun 2026.

Dilansir dari Detik Finance, nilai kerja sama pengadaan minyak dan gas tersebut mencapai angka US$ 15 miliar atau setara dengan Rp 253,32 triliun. Selain pasokan dari Amerika Serikat, Indonesia juga berencana mendatangkan sekitar 150 juta barel minyak dari Rusia hingga penghujung tahun ini.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, memberikan penegasan bahwa tim Pertamina saat ini sedang berada di Amerika Serikat untuk proses negosiasi. Fokus utama tim tersebut adalah menjalin kerja sama bisnis dengan sejumlah perusahaan lokal agar pengiriman pasokan dapat segera dilakukan.

"Kita kan juga memiliki komitmen dengan Amerika. Jadi pagi tadi saya juga rapat dengan Kementerian Luar Negri dan juga dengan beberapa Dubes itu juga kita atas komitmen itu. Tim dari Pertamina kan juga lagi ada di Amerika sekarang," jelas Yuliot, Wakil Menteri ESDM.

Langkah ini diambil untuk memastikan diversifikasi sumber energi nasional tidak hanya bergantung pada satu negara saja. Kecepatan pengiriman menjadi poin krusial dalam diskusi yang tengah berlangsung antara Pertamina dengan para pemasok di Amerika Serikat.

"Jadi perusahaan-perusahaan mana yang bisa mensuplai kita dalam waktu cepat dan juga bagaimana pengiriman, ya kita harapkan itu berbagai sumber untuk kebutuhan crude kita dan juga untuk kebutuhan LPG dalam negeri itu bisa terpenuhi," sambungnya menjelaskan.

Yuliot mengungkapkan bahwa hubungan dagang sektor energi dengan Amerika Serikat sebenarnya sudah terjalin sebelum adanya perjanjian ART. Berdasarkan data yang ada, sekitar 60 persen dari total 7 juta ton kebutuhan LPG tahunan Indonesia telah dipasok oleh Negeri Paman Sam tersebut.

"Kita sudah ada impor dari Amerika baik crude itu maupun LPG. Kalau untuk LPG, total impor kita dari sekitar 7 juta ton yang kita impor itu kan sekitar 60% itu kan sudah dari Amerika. Jadi ya kita berusaha untuk meningkatkan sebagai pemenuhan komitmen kita di ART," kata Yuliot.

Peningkatan kuota impor ini bertujuan untuk menjaga stabilitas stok energi nasional di tengah dinamika pasar global. Saat ini, rincian teknis mengenai asal sumber tambahan minyak mentah masih dalam tahap finalisasi oleh pihak Pertamina.

"Tetapi di dalam ininya kan kalau kita menambah itu sumbernya dari mana lagi? Untuk crude itu juga sama. Itu yang lagi didetailkan oleh teman-teman Pertamina," pungkasnya menjelaskan.

Artikel terkait

Rekomendasi