Hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus resmi diperkuat melalui kesepakatan roadmap kerja sama ekonomi periode 2026-2030. Langkah strategis ini disahkan dalam Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik yang berlangsung di Minsk, Belarus pada Sabtu (16/5/2026).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. Nilai perdagangan kedua negara dilansir dari Suara tercatat melonjak sekitar 72,6 persen secara tahunan hingga mencapai kisaran 221 juta dolar AS.
Rencana strategis ini diproyeksikan menjadi acuan kerja sama kedua negara selama lima tahun mendatang. Sektor yang disasar meliputi perdagangan, investasi, industri, hingga teknologi industri.
ÔÇ£Roadmap tersebut diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai kerja sama, serta diharapkan akan menjadi salah satu deliverables utama dalam kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia,ÔÇØ ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Airlangga menambahkan bahwa Belarus memegang peranan krusial bagi Indonesia dalam sektor manufaktur, teknologi, dan ketahanan pangan. Implementasi kemitraan dagang dengan kawasan Uni Ekonomi Eurasia juga dinilai krusial bagi kedua belah pihak.
ÔÇ£Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia-EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan,ÔÇØ jelas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Pemerintah Belarus sendiri menaruh perhatian besar pada pembentukan Dewan Bisnis kedua negara. Kolaborasi ini kian intensif seiring dengan proses ratifikasi Indonesia-EAEU FTA yang tengah berjalan.
ÔÇ£Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan mampu mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang dapat diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026,ÔÇØ ujar Viktor Karankevich, Wakil Perdana Menteri Belarus.
Delegasi Belarus turut mengundang para pelaku usaha dari tanah air untuk meninjau secara langsung fasilitas industri pertanian dan manufaktur mereka. Selain itu, kedua negara kini tengah menggodok potensi pengembangan perakitan mesin bersama (joint assembly machinery) di Indonesia.
Di sektor agrikultur, fokus diarahkan pada mekanisasi dan adopsi teknologi pertanian modern guna menggenjot produktivitas nasional. Indonesia juga membidik pasar Belarus dan Uni Ekonomi Eurasia untuk mengeksplorasi ekspor komoditas unggulan seperti karet, kopi, kakao, produk perikanan, serta hasil manufaktur.
Penguatan industri nasional akan dipacu lewat kemitraan strategis berupa skema joint venture, transfer teknologi, dan perakitan lokal. Kerja sama bilateral ini juga akan diperluas ke bidang non-ekonomi mencakup kesehatan, pendidikan, riset, kebudayaan, olahraga, dan sektor pariwisata.