Investor aset kripto kini didorong untuk menyesuaikan taktik investasi mereka saat menghadapi kondisi pasar yang cenderung stagnan atau sideways. Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dipandang sebagai langkah yang lebih masuk akal dibandingkan mencoba menebak titik harga terendah di tengah volatilitas yang tinggi.
Istilah sideways sendiri merujuk pada situasi pasar yang bergerak fluktuatif tanpa arah tren yang jelas, baik itu tren naik maupun turun. Dilansir dari Suara, platform jual beli aset kripto Indodax menilai pendekatan berbasis konsistensi ini sangat berguna bagi para investor, khususnya pemula.
Antony Kusuma selaku Vice President Indodax menjelaskan bahwa banyak pelaku pasar masih terjebak pada metode market timing. Upaya mencari harga terendah untuk masuk ke pasar justru dianggap berisiko tinggi saat situasi pasar tidak menentu.
Penerapan strategi investasi secara rutin dalam jumlah yang tetap pada periode tertentu memungkinkan akumulasi aset dilakukan secara bertahap. Metode ini dirancang untuk mereduksi dampak buruk dari fluktuasi harga yang tajam secara emosional.
"Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, banyak investor cenderung wait and see atau bahkan mencoba menebak titik terendah. Padahal, strategi seperti Dollar Cost Averaging dapat menjadi pendekatan yang lebih realistis, karena tidak bergantung pada market timing," ujar Antony di Jakarta, Kamis (30/4/2026).Melalui pendekatan tersebut, investor memiliki kesempatan untuk mendapatkan aset secara lebih optimal ketika terjadi koreksi harga. Hal ini mempersiapkan portofolio agar lebih siap saat pasar memasuki fase bullish atau tren penguatan di masa depan.
"Dengan pendekatan ini, investor justru berpeluang mengakumulasi aset lebih optimal saat harga terkoreksi, sehingga portofolio dapat lebih siap ketika pasar kembali bullish serta investor dapat masuk ke pasar secara konsisten tanpa tekanan emosional yang berlebihan," sambung Antony.Manajemen Risiko dan Kedisiplinan Investasi
Mekanisme DCA bekerja dengan menciptakan rata-rata harga beli yang lebih seimbang bagi investor. Ketika harga sedang terkoreksi, jumlah aset yang didapat akan lebih banyak, sedangkan saat harga naik, pembelian tetap berjalan namun dengan volume yang lebih kecil.
Selain teknis pembelian, strategi ini efektif dalam membangun kebiasaan disiplin serta menjauhkan investor dari keputusan impulsif akibat emosi. Ketenangan dalam berinvestasi sangat diperlukan agar terhindar dari jebakan psikologis yang sering dialami investor baru.
Meskipun memiliki banyak keunggulan, Antony memberikan peringatan bahwa metode ini tidak secara otomatis menghapus seluruh risiko yang ada dalam dunia investasi kripto.
"Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu para investor dalam mengelola risiko volatilitas, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Investor tetap perlu menggunakan dana dingin dan memastikan strategi yang digunakan sesuai dengan profil risiko masing-masing," tutur Antony.Para investor disarankan untuk menetapkan alokasi dana rutin secara ketat dan menjauhi fenomena FOMO atau rasa takut tertinggal. Evaluasi terhadap portofolio yang dimiliki juga harus dilakukan secara berkala untuk menjaga efektivitas strategi investasi.