Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi serta perencanaan keluarga terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski minat terhadap layanan fertilitas dan program kehamilan meningkat, persoalan biaya tetap menjadi tantangan besar bagi banyak pasangan.
Dikutip dari Media Indonesia, prosedur medis fertilitas memerlukan biaya yang tidak sedikit dan sering kali harus dipersiapkan dalam jangka panjang.
Prosedur tersebut meliputi konsultasi intensif, pemeriksaan kesehatan reproduksi, hingga program kehamilan dan tindakan medis lanjutan.
Situasi ini mendorong kemunculan layanan pembiayaan kesehatan yang lebih fleksibel, termasuk dari industri financial technology (fintech).
Layanan buy now pay later (BNPL) Indodana Finance menggandeng Ovy Health untuk menghadirkan solusi pembiayaan bagi layanan kesehatan perempuan dan perencanaan keluarga.
Kemitraan ini memungkinkan pengguna aplikasi Ovy Health memperoleh akses pembayaran bertahap melalui Indodana PayLater untuk kebutuhan program fertilitas.
Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, mengatakan kebutuhan perencanaan keluarga dan kesehatan perempuan kini semakin membutuhkan dukungan finansial yang terukur agar proses medis dapat dijalani secara lebih tenang.
"Kami memahami bahwa perencanaan keluarga yang optimal, terutama kesehatan perempuan, membutuhkan dukungan finansial yang terukur dan terencana agar seluruh tahapan medis dapat berjalan lancar," ujarnya.
Menurut Iwan Dewanto, pembiayaan yang fleksibel diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah tanpa harus terbebani pembayaran sekaligus dalam jumlah besar.
Sementara itu, Chief Executive Officer Ovy Health, Sastya Wardani, menilai akses finansial menjadi salah satu faktor penting dalam layanan fertilitas dan program kehamilan.
Ia mengatakan banyak pasangan membutuhkan dukungan pembiayaan agar dapat menjalani prosedur medis secara lebih optimal dan terencana.
"Kemudahan pembayaran dan akses finansial ini sangat penting dalam membuka akses kesehatan selebar-lebarnya sehingga pasien dapat lebih fokus pada hasil yang optimal," katanya.
Kolaborasi antara fintech dan platform layanan kesehatan ini mencerminkan tren baru berupa perluasan layanan pembiayaan ke sektor kesehatan dan wellness.
Sebelumnya, layanan paylater lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi ritel, perjalanan, dan gaya hidup.
Kini, model pembiayaan serupa mulai merambah layanan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.
Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap isu fertilitas turut memperbesar kebutuhan layanan pendampingan kesehatan yang lebih personal dan terintegrasi.
Melalui aplikasi berbasis data reproduksi perempuan, Ovy Health menyediakan layanan pendampingan kesehatan perempuan dan perencanaan keluarga di Asia Tenggara.
Dalam kerja sama tersebut, pengguna juga ditawarkan sejumlah promo pembiayaan hingga 31 Mei 2026.
Promo ini termasuk cicilan 0%, potongan hingga Rp 400.000 bagi pengguna baru, serta diskon hingga Rp 350.000 bagi pengguna lama Indodana Finance.
Pengamat menilai tren integrasi fintech dan healthtech berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses.
Bing industri fintech, sektor kesehatan dinilai menjadi salah satu pasar potensial karena kebutuhan layanan medis cenderung terus meningkat.
Sementara bagi masyarakat, kehadiran skema pembiayaan yang fleksibel diharapkan membantu pasangan merencanakan perjalanan kesehatan reproduksi dengan matang.