Pasukan Keamanan Perbatasan India (BSF) tengah mengkaji rencana penggunaan hambatan biologis berupa buaya dan ular berbisa di sepanjang wilayah perbatasan yang sulit dipagari dengan Bangladesh pada Minggu (12/4/2026). Langkah tidak biasa ini dipertimbangkan guna menutup celah keamanan di area sungai yang rawan penyusupan.
Dilansir dari Detik Travel, usulan tersebut muncul karena tantangan geografis yang membuat pembangunan pagar fisik permanen mustahil dilakukan di titik-titik tertentu. Otoritas keamanan setempat mencatat sekitar 177 kilometer wilayah perbatasan terdiri dari jalur air yang berpindah-pindah dan sering terdampak banjir besar.
Data internal menunjukkan bahwa meskipun India telah melakukan investasi besar dalam pemagaran, sekitar 20 persen dari total batas wilayah masih terbuka. Terdapat sekitar 853 kilometer area yang belum dipagari secara fisik hingga saat ini.
Diskusi mengenai strategi keamanan ini dilaporkan telah dimulai sejak awal Februari 2026 dalam pertemuan internal yang dipimpin oleh Direktur Jenderal BSF, Praveen Kumar. Penjajakan operasional kemudian diperkuat melalui catatan instruksi tertanggal 26 Maret 2026 yang meminta unit lapangan melakukan uji kelayakan.
Pemerintah India membingkai rencana ini sebagai upaya menciptakan hambatan biologis atau biological barrier di lokasi yang tidak cocok untuk konstruksi bangunan. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi kendala serius terkait faktor keselamatan warga sipil yang tinggal di sekitar aliran sungai tersebut.
Sejumlah petugas lapangan telah mengidentifikasi tantangan signifikan, terutama mengenai sulitnya mengendalikan pergerakan predator mematikan dalam sistem perairan yang terbuka. Risiko serangan terhadap penduduk lokal menjadi pertimbangan utama bagi BSF sebelum melanjutkan rencana tersebut.
Pakar satwa liar juga memberikan peringatan keras bahwa mobilisasi predator secara sengaja ke satu wilayah dapat mengganggu stabilitas ekosistem lokal. Intervensi manusia terhadap populasi reptil berbahaya di perbatasan dikhawatirkan memicu ancaman ekologis yang tidak terprediksi di masa depan.