Pemerintah India Dorong Warga Gunakan Listrik Siang Hari

Pemerintah India Dorong Warga Gunakan Listrik Siang Hari
Foto: Ilustrasi Pemerintah India Dorong Warga Gunakan Listrik Siang Hari.

Pemerintah India mengimbau masyarakat untuk meningkatkan penggunaan listrik pada siang hari guna menekan ketergantungan pada impor energi yang terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, sebagaimana dilansir dari Lestari pada Kamis (30/4/2026).

Menteri Energi Terbarukan India, Pralhad Joshi, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik tersebut berdampak signifikan pada pasokan gas elpiji (LPG) untuk sektor usaha. Meskipun stok bensin dan solar masih dalam kategori aman, efisiensi konsumsi energi menjadi langkah krusial bagi ketahanan nasional.

Pemerintah mendorong warga memanfaatkan energi surya untuk aktivitas rumah tangga seperti memasak dan pengisian daya kendaraan listrik guna menggantikan ketergantungan pada bahan bakar fosil saat malam hari.

"Jika penggunaan energi bisa dipindahkan ke sebelum jam 5 sore, itu akan sangat membantu mengurangi impor energi kita. Pasang panel surya di atap, isi daya kendaraan listrik Anda, dan dengan begitu Anda benar-benar membantu menjaga lingkungan," ujar Pralhad Joshi, Menteri Energi Terbarukan.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menjadi jalur distribusi seperempat minyak dunia telah memicu gangguan pasokan global terbesar dalam sejarah. Hal ini menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 55 persen sejak perang pecah pada 28 Februari hingga menyentuh angka 120 dolar AS per barel.

India saat ini mengimpor sekitar 89 persen minyak mentah untuk kebutuhan nasionalnya. Meski stok bensin masih stabil karena pembelian dari Rusia, pasokan LPG mulai menipis karena 60 persen jalur pengirimannya terhambat penutupan laut, yang memicu antrean panjang di pusat pembagian gas.

Sagar Adani, pimpinan salah satu perusahaan energi terbesar di India, menyatakan bahwa transisi menuju elektrifikasi menyeluruh merupakan strategi terbaik untuk menjaga kedaulatan ekonomi negara dari guncangan global.

"Kita sudah melihat bagaimana perang di satu tempat bisa mengacaukan pengiriman barang di seluruh dunia," kata Sagar Adani, Pimpinan Perusahaan Energi.

Adani menekankan bahwa daya tahan ekonomi sangat bergantung pada kemampuan negara menghadapi gangguan distribusi energi yang terjadi secara mendadak.

"Kita juga melihat bagaimana guncangan harga energi bisa merusak ekonomi dalam sekejap. Di dunia seperti sekarang, pertanyaannya bukan seberapa cepat kita bisa tumbuh, tapi seberapa kuat kita bertahan saat ada gangguan," ungkap Sagar Adani, Pimpinan Perusahaan Energi.

Pada periode 2025-2026, India mencetak rekor penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 55 gigawatt dari tenaga surya dan angin. Saat ini, lebih dari 50 persen kapasitas listrik di India bersumber dari energi bersih, sebuah capaian yang diklaim Joshi belum diraih oleh anggota G20 lainnya.

Menteri Joshi menargetkan ambisi besar untuk menambah hampir 2.000 gigawatt listrik baru dalam dua dekade ke depan demi mendukung visi India menjadi negara maju pada tahun 2047.

"Kita tidak bicara soal pertumbuhan kecil. Kita bicara soal lompatan besar, yaitu menambah hampir 2.000 gigawatt listrik baru dalam 20 tahun ke depan," kata Pralhad Joshi, Menteri Energi Terbarukan.

Kendati demikian, tantangan mengenai ketersediaan lahan dan perubahan cuaca tetap menjadi hambatan bagi pengembangan energi bersih secara penuh di masa depan.

"Energi bersih memang harus terus diperbanyak dan teknologi penyimpanannya akan makin maju. Tapi, ada masalah nyata yang kita hadapi, terutama soal terbatasnya lahan dan cuaca yang berubah-ubah," papar Sagar Adani, Pimpinan Perusahaan Energi.

Menurutnya, India perlu mengoptimalkan seluruh potensi sumber energi mulai dari air, uap, hingga nuklir untuk menjamin stabilitas pasokan listrik nasional secara konsisten.

Pemerintah India kini mulai menerapkan sistem lelang energi yang mewajibkan pengembang untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik selama 24 jam penuh tanpa bergantung pada kondisi alam.

Artikel terkait

Rekomendasi