Bank Indonesia melaporkan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 0,1 poin menjadi 123,0 pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di posisi 122,9. Peningkatan ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap berada pada zona optimistis, yakni di atas level 100.
Data tersebut dilansir dari Ekonomi, di mana survei periodik ini berfungsi sebagai indikator untuk memetakan arah konsumsi serta tabungan rumah tangga di masa depan. Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan indeks ini didorong oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini meskipun terdapat variasi di berbagai kelompok pengeluaran.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, memberikan penegasan mengenai hasil pemantauan aktivitas ekonomi masyarakat tersebut dalam pernyataan resminya pada Senin, 11 Mei 2026.
"Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga," kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.
Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, terjadi penurunan IKK pada kelompok pengeluaran menengah ke bawah. Kelompok pengeluaran Rp1ÔÇö2 juta menyusut menjadi 114,4, sementara kelompok Rp2,1ÔÇö3 juta dan Rp3,1ÔÇö4 juta juga mengalami koreksi masing-masing ke angka 118,2 dan 119,0. Lonjakan justru terjadi pada kelompok pengeluaran di atas Rp4,1 juta hingga lebih dari Rp5 juta.
Dari sisi demografi usia, optimisme meningkat pada penduduk berusia 20ÔÇö30 tahun, 41ÔÇö50 tahun, dan 51ÔÇö60 tahun. Sebaliknya, penurunan keyakinan terpantau pada kelompok usia 31ÔÇö40 tahun yang turun ke level 123,4 serta kelompok di atas 60 tahun yang merosot hingga menyentuh angka 105,3.
Secara geografis, pertumbuhan keyakinan paling signifikan tercatat di kota Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. Namun, tekanan terhadap indeks kepercayaan justru dialami oleh warga di wilayah Medan, Mataram, dan Banjarmasin.
Rincian indikator pembentuk menunjukkan bahwa Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penguatan menjadi 116,5. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat mengalami penurunan tipis dari posisi 130,4 pada bulan sebelumnya menjadi 129,6.
Mengenai alokasi pendapatan, rata-rata proporsi pendapatan masyarakat untuk konsumsi naik tipis menjadi 71,2 persen. Selain itu, porsi pembayaran cicilan atau utang juga meningkat menjadi 10,2 persen, yang berimbas pada penurunan proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan menjadi 17,6 persen.