Indeks Bisnis-27 mencatatkan penguatan sebesar 0,16 persen atau naik 0,74 poin ke posisi 469,89 pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026). Pergerakan positif ini dipicu oleh kenaikan harga saham emiten besar seperti Astra International (ASII), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
Data dari IDX Mobile menunjukkan indeks bergerak pada rentang harga 467,75 hingga 469,89 di sepanjang hari perdagangan. Likuiditas pasar tercatat cukup tinggi dengan total nilai transaksi mencapai Rp5.524 triliun yang melibatkan volume perdagangan sebanyak 3,285 miliar saham melalui 333,3 ribu kali transaksi.
Komposisi pergerakan saham dalam indeks ini didominasi oleh 14 emiten yang berada di zona hijau, sementara 8 saham melemah dan 5 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,52 persen ke level Rp1.850 per lembar.
Sektor energi dan konsumsi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan indeks, dilansir dari Market. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 4,35 persen ke level Rp1.800, sedangkan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) tercatat menguat 3,83 persen menjadi Rp2.440.
Astra International Tbk. (ASII) menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 4,35 persen ke posisi Rp6.600. Diikuti oleh PT Bukit Asam (persero) Tbk. (PTBA) yang naik 3,09 persen ke Rp3.000, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang tumbuh 2,68 persen ke level Rp3.830.
Emiten ritel dan telekomunikasi turut menghijau, di mana saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 2,64 persen ke level Rp1.360. Saham PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM) juga berhasil naik 1,77 persen dan mendarat di posisi Rp2.870 pada akhir sesi.
Di sisi lain, tekanan jual masih dialami oleh sejumlah emiten pertambangan dan barang konsumsi. Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) merosot 3,96 persen ke Rp3.880, sementara PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 2,99 persen menuju level Rp1.950.
Koreksi juga menimpa PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang turun 1,78 persen ke Rp1.105. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,13 persen dan 1,11 persen pada penutupan perdagangan hari ini.
| Kode Saham | Harga Terakhir (Rp) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| DSNG | 1.850 | +4,52 |
| MEDC | 1.800 | +4,35 |
| ASII | 6.600 | +4,35 |
| JPFA | 2.440 | +3,83 |
| PTBA | 3.000 | +3,09 |
| BBNI | 3.830 | +2,68 |
| AMRT | 1.360 | +2,64 |
| TLKM | 2.870 | +1,77 |
| ANTM | 3.880 | -3,96 |
| BRPT | 1.950 | -2,99 |
| NCKL | 1.105 | -1,78 |
| KLBF | 875 | -1,13 |
| MYOR | 1.780 | -1,11 |
Sentimen domestik dipengaruhi oleh kebijakan fiskal pemerintah yang memangkas frekuensi program MBG untuk menghemat APBN hingga Rp50 triliun setahun. Selain itu, penetapan bea impor 0 persen untuk LPG dan plastik kemasan mulai Mei 2026 menjadi langkah antisipasi kenaikan harga minyak dunia.
Dari kancah internasional, Bank of Japan tetap mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen, sementara pertumbuhan industri India melambat menjadi 4,1 persen. Harga emas dunia juga dilaporkan tertekan di bawah level US$4.600 per ons akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.