Indeks Bisnis-27 mengalami koreksi ke zona merah pada pembukaan perdagangan hari Rabu (13/5/2026) menyusul respons negatif pasar terhadap hasil tinjauan indeks MSCI periode Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh pelemahan mayoritas saham konstituen di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global.
Data IDX Mobile per pukul 09.05 WIB menunjukkan indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia tersebut merosot 0,86 persen menuju posisi 462,36, sebagaimana dilansir dari Market. Tercatat sebanyak 21 saham bergerak turun, sementara hanya empat saham yang menguat dan dua lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) mencatatkan penurunan terdalam sebesar 7,29 persen ke level Rp1.780. Tekanan jual juga melanda saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang terkoreksi 6,01 persen ke harga Rp1.330, serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menyusut 3,92 persen menjadi Rp3.430 per lembar.
| Nama Emiten | Kode Saham | Perubahan (%) | Harga (Rp) |
|---|---|---|---|
| Mitra Keluarga Karyasehat | MIKA | -7,29 | 1.780 |
| Sumber Alfaria Trijaya | AMRT | -6,01 | 1.330 |
| Aneka Tambang | ANTM | -3,92 | 3.430 |
| Triputra Agro Persada | TAPG | -3,17 | 1.830 |
| Vale Indonesia | INCO | -3,17 | 5.950 |
| Charoen Pokphand Indonesia | CPIN | +3,52 | 4.120 |
| Bumi Resources | BUMI | +2,83 | 218 |
| Bumi Resources Minerals | BRMS | +1,32 | 770 |
| Darma Henwa | DEWA | +1,27 | 480 |
Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh faktor eksternal terkait keamanan jalur distribusi energi dunia yang sedang terganggu. Hal ini memberikan dampak sistemik terhadap inflasi dan harga komoditas global.
Analisis mengenai situasi makro tersebut disampaikan oleh Tim Riset Samuel Sekuritas yang menyebutkan bahwa kekhawatiran investor meningkat akibat berlanjutnya blokade di Selat Hormuz. Situasi ini memicu kenaikan harga minyak dunia dan menekan sentimen pasar saham di wilayah Asia, termasuk Indonesia.
Selain masalah geopolitik, pelaku pasar modal domestik juga tengah mencermati perubahan komposisi portofolio investasi global. Penghapusan beberapa emiten dari daftar indeks internasional menjadi perhatian utama para manajer investasi saat ini.
Langkah penyesuaian arus modal tersebut dijelaskan lebih lanjut dalam laporan evaluasi pasar mingguan. Sentimen hasil review MSCI Mei 2026 yang menghapus sejumlah saham Indonesia dinilai berpotensi memicu tambahan arus keluar dana asing dari pasar domestik dalam jangka pendek.
Pelemahan yang terjadi pada pembukaan perdagangan ini sejalan dengan tren yang melanda bursa saham di kawasan Asia lainnya. Dominasi sentimen penghindaran risiko atau risk-off terus membayangi pergerakan harga saham sepanjang sesi pertama hari ini.