Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) untuk tenor jangka panjang mencatat lonjakan signifikan. Pergerakan imbal hasil obligasi ini berjalan berlawanan arah dengan harga instrumen tersebut.
Kondisi ini dipicu oleh kecemasan terhadap tingginya inflasi global yang didorong oleh kenaikan harga minyak serta konflik di Iran. Tekanan tersebut juga berdampak pada pelemahan obligasi pemerintah Amerika Serikat (Treasury) dan Jerman (bunds).
Kementerian Keuangan Jepang sendiri bersiap melakukan lelang obligasi tenor 20 tahun dengan nilai mendekati 700 miliar yen atau setara 4,40 miliar dolar AS. Imbal hasil untuk tenor 20 tahun ini melesat ke angka 3,8% pada Selasa, yang merupakan posisi tertinggi sejak Agustus 1996.
"Lonjakan tajam premi tenor JGB sejalan dengan meningkatnya premi risiko inflasi," tulis analis Barclays, Ayao Ehara dan Shinichiro Kadota dalam sebuah laporan.
"Kami memperkirakan hasil lelang akan lemah sebagai skenario dasar."
Selain faktor inflasi, proyeksi fiskal Jepang turut memberikan beban tambahan bagi pasar. Hal ini terjadi seiring dengan ekspektasi penambahan penerbitan obligasi guna membiayai anggaran belanja tambahan pemerintah.
Dari sisi moneter, isyarat hawkish dari Bank of Japan (BoJ) memperkuat dugaan pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Juni mendatang.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengakui adanya pertumbuhan cepat pada imbal hasil jangka panjang pada hari Selasa. Beliau menyatakan pihak bank sentral bakal terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan di pasar obligasi.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang pada kuartal I yang mencapai 2,1% secara tahunan turut memengaruhi sentimen. Data yang lebih tinggi dari estimasi ini memperkuat keyakinan bahwa ekonomi Jepang tetap kokoh menghadapi kenaikan biaya pinjaman.
Imbal hasil untuk obligasi tenor dua tahun, yang paling peka terhadap penyesuaian kebijakan BoJ, berada di posisi 1,44% atau tertinggi sejak Mei 1995. Sementara itu, imbal hasil tenor lima tahun bergerak stabil di level 2,025% setelah sempat memecahkan rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.