OJK Catat Imbal Hasil Investasi Dana Pensiun Merosot

OJK Catat Imbal Hasil Investasi Dana Pensiun Merosot
Foto: Ilustrasi OJK Catat Imbal Hasil Investasi Dana Pensiun Merosot.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan tingkat imbal hasil investasi atau return on investment (ROI) industri dana pensiun merosot tajam menjadi 0,02 persen pada kuartal I-2026. Penurunan dari periode sama tahun lalu yang mencapai 0,69 persen ini dipicu oleh gejolak pasar keuangan global dan perubahan arah suku bunga, seperti dilansir dari Keuangan.

Gejolak pasar finansial domestik dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global selama tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi tersebut menyebabkan instrumen saham bergerak sangat volatil serta menekan imbal hasil pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa situasi tersebut turut menurunkan yield investasi pada portofolio dana pensiun yang saat ini masih didominasi oleh instrumen pendapatan tetap dan pasar uang.

"Tingkat yield investasi ikut menurun, khususnya pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap," ujar Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK.

Tantangan bagi industri ini diperkirakan masih besar hingga akhir tahun karena potensi kenaikan inflasi dan volatilitas pasar yang memengaruhi nilai wajar instrumen investasi. Terkait hal tersebut, regulator meminta pelaku industri memperkuat manajemen risiko.

Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Bambang Sri Mulyadi, menilai pengelola dana pensiun harus menerapkan strategi investasi defensif di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Pengelola juga diingatkan untuk menjaga keseimbangan likuiditas demi kelancaran pembayaran manfaat peserta.

Tekanan penurunan performa investasi ini turut dirasakan langsung oleh pelaku industri, salah satunya adalah Dana Pensiun BCA. Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno, mengungkapkan ROI perusahaan menyusut menjadi 0,50 persen pada kuartal I-2026 dari angka 1,02 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pihak manajemen Dana Pensiun BCA memproyeksikan capaian ROI tahun ini berpotensi lebih rendah dari tahun 2025 jika situasi pasar tidak membaik. Untuk mengantisipasinya, perusahaan melakukan evaluasi berkala dan memanfaatkan momentum kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.

"Langkah ini untuk menjaga optimalisasi hasil investasi," kata Budi Sutrisno, Direktur Utama Dana Pensiun BCA.

Artikel terkait

Rekomendasi