IIF Berikan Credit Enhancement untuk Perusahaan Minihidro Pekan Ini

IIF Berikan Credit Enhancement untuk Perusahaan Minihidro Pekan Ini
Foto: Ilustrasi IIF Berikan Credit Enhancement untuk Perusahaan Minihidro Pekan Ini.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dijadwalkan menandatangani pemberian solusi credit enhancement untuk obligasi perusahaan sektor minihidro pada Rabu (13/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat struktur keuangan proyek pembangkit listrik tenaga air skala kecil di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Finansial.

Penyediaan fasilitas ini menyasar sektor minihidro yang memiliki kapasitas produksi listrik di atas 100 kW hingga di bawah 1 MW. Kendati jadwal penandatanganan telah dipastikan, identitas perusahaan penerima manfaat tersebut belum diungkapkan kepada publik oleh pihak manajemen.

"Salah satu yang mudah-mudahan nanti hari Rabu ini, kami juga ada satu transaksi ini di sektornya adalah di minihidro ya, kelistrikan berbasis air itu kami memberikan produk yang namanya credit enhancement," kata Rizki Pribadi Hasan, Presiden Direktur & CEO IIF.

Rizki menjelaskan bahwa mekanisme credit enhancement memberikan keuntungan signifikan bagi emiten dalam menekan biaya dana. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan dengan peringkat obligasi menengah untuk mendapatkan kepercayaan pasar yang lebih tinggi.

"Nasabahnya misalnya punya rating mungkin masih di bawah tetapi dengan kita memberikan credit enhancement ini dia kasarnya meminjam ratingnya kita. Nah benefit yang diterima oleh nasabah ini adalah dengan rating yang lebih baik tentu kupon yang diterbitkan kan menjadi lebih turun. Jadi dia save cost," tutur Rizki.

Pemberian dukungan kredit ini merupakan bagian dari upaya IIF dalam merangsang pertumbuhan penerbitan surat utang di pasar modal domestik. Selain mendukung efisiensi biaya bagi nasabah, inisiatif tersebut diharapkan mampu mendorong gairah industri infrastruktur secara luas.

Peningkatan kualitas obligasi melalui dukungan lembaga keuangan nonbank ini dipandang sebagai kontribusi nyata bagi pendalaman pasar keuangan. Target utamanya adalah menciptakan iklim investasi yang lebih stabil bagi proyek-proyek strategis.

"Rizki mengatakan pemberian credit enhancement merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap industri pasar modal, sehingga diharapkan semakin banyak obligasi yang diterbitkan di pasar modal," ujar Rizki.

Berdasarkan data keuangan tahun 2025, IIF mencatatkan performa positif dengan perolehan laba bersih sebesar Rp185 miliar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 51,2 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang berada di level Rp122,5 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut diikuti dengan kenaikan total aset perusahaan sebesar 5 persen secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun. Ekspansi aset ini didukung oleh peningkatan aset produktif sebesar 2 persen sepanjang periode tersebut.

Sebagai lembaga pengelola dana pemerintah di bawah Kementerian Keuangan, IIF dimiliki oleh konsorsium besar. Pemegang sahamnya meliputi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG), dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Artikel terkait

Rekomendasi