Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini dengan berada di zona merah. Penurunan ini menandai pelemahan indeks yang terjadi selama lima hari perdagangan berturut-turut.
Dikutip dari Money, data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI menunjukkan IHSG merosot sebesar 3,37 persen atau kehilangan 249,11 poin. Angka ini menempatkan indeks pada posisi 7.129,49 pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026).
Jika diakumulasikan, total pelemahan indeks saham domestik selama sepekan terakhir telah mencapai 6,61 persen. Seluruh pergerakan indeks sepanjang hari ini konsisten berada di teritori negatif.
IHSG mencatatkan titik terendah pada level 7.115, sementara posisi tertinggi harian berada di angka 7.383. Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume mencapai 47,12 miliar saham.
Total nilai transaksi perdagangan saham tercatat menyentuh Rp 24,33 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 670 saham mengalami penurunan harga yang memberikan tekanan signifikan terhadap laju indeks.
Sebaliknya, hanya terdapat 83 saham yang berhasil menguat, sedangkan 62 saham lainnya menutup hari di posisi stagnan. Kondisi ini mencerminkan dominasi sentimen negatif di pasar modal sepanjang sesi.
Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 2,0 triliun di seluruh pasar pada hari Jumat saja. Dalam rentang waktu satu pekan, total pelepasan aset oleh pemodal asing mencapai Rp 1,88 triliun.