Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Detik Finance, indeks nasional ini merosot sebesar 3,38 persen.
Penurunan tersebut membawa IHSG mendarat ke level 7.129,49. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang cenderung negatif, yang tercermin dari pergerakan seluruh indeks sektor yang kompak berada di zona merah.
Sektor consumer cyclical menjadi yang paling terdampak dengan koreksi terdalam mencapai 4,27 persen. Di sisi lain, tekanan terhadap indeks utama ini diperparah oleh pergerakan saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI, serta emiten DSSA.
Investor asing terpantau melakukan aksi keluar dari pasar modal Indonesia dengan nilai yang cukup besar. Tercatat, aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp3,02 triliun di pasar reguler, sementara secara keseluruhan menyentuh angka Rp2,00 triliun.
Kondisi pasar modal domestik juga tidak lepas dari pengaruh dinamika global yang bervariasi. Bursa saham di Amerika Serikat menunjukkan tren campuran pada penutupan perdagangan terakhirnya.
Indeks Dow Jones tercatat turun 0,16 persen ke posisi 49.230. Sebaliknya, S&P 500 berhasil menguat 0,80 persen ke level 7.165, sementara Nasdaq melonjak 1,63 persen ke angka 24.836.
Ketegangan geopolitik turut mewarnai sentimen eksternal setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus ke Pakistan. Agenda tersebut sejatinya dijadwalkan untuk membahas upaya gencatan senjata.
Reaksi pasar terhadap kondisi global ini terlihat dari pelemahan instrumen investasi yang berkaitan dengan Indonesia di luar negeri. Indeks MSCI Indonesia mengalami penurunan 3,96 persen, diikuti ETF EIDO yang terkoreksi 2,41 persen.
Ekspansi Bisnis PT Argo Pantes Tbk
Di tengah fluktuasi pasar, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) mengumumkan dimulainya proyek pembangunan gudang build-to-suit. Fasilitas ini diperuntukkan bagi J&T Cargo dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan pada 23 April.
Pembangunan infrastruktur logistik ini memiliki nilai proyek sekitar Rp120 miliar. Manajemen menargetkan proses konstruksi gudang tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya pada Februari 2027 mendatang.
Kehadiran gudang baru ini difungsikan untuk memperkuat jaringan distribusi J&T Cargo, khususnya di wilayah Jabodetabek. Kerja sama ini merupakan tahap lanjutan setelah kedua perusahaan menyepakati kontrak sewa senilai hampir Rp221 miliar.
Dalam perjanjian berdurasi 10 tahun tersebut, ARGO menyewakan lahan seluas 44.188 meter persegi. Area ini mencakup bangunan gudang dan perkantoran dengan total luas bangunan mencapai lebih dari 23.000 meter persegi.
Dividen dan Kinerja Keuangan Garudafood
PT Garudafood Tbk (GOOD) telah menetapkan kebijakan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Perusahaan memutuskan untuk membagikan total dana sebesar Rp350,34 miliar kepada para pemegang saham.
Nilai tersebut setara dengan Rp9,50 per lembar saham. Rasio pembayaran dividen ini mencapai 50,87 persen dari total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yakni sebesar Rp688,65 miliar.
Selama periode 2025, Garudafood mencatatkan performa positif dengan kenaikan penjualan sebesar 7,27 persen menjadi Rp13,12 triliun. Segmen makanan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 9,87 persen atau senilai Rp11,79 triliun.
Peningkatan laba per saham juga tercatat naik menjadi Rp18,67 dari periode sebelumnya yang berada di angka Rp16,93. Investor yang mengincar dividen ini perlu memperhatikan jadwal cum dividen pada 6 Mei, dengan realisasi pembayaran pada 20 Mei.