Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada paruh pertama perdagangan bergerak ke zona hijau. Dilansir dari Investortrust, indeks ditutup naik sebesar 11,72 poin atau 0,17 persen menuju level 6.968 pada sesi I, Senin (4/5/2026).
Sepanjang sesi tersebut, indeks saham bergerak pada rentang nilai 6.953 hingga 7.069. Adapun total nilai transaksi yang dibukukan oleh pasar modal mencapai Rp 9,77 triliun.
Laju penguatan indeks ditopang oleh performa positif dari beberapa sektor. Sektor consumer primer mencatatkan kenaikan sebesar 1,19 persen, diikuti oleh sektor consumer non primer yang tumbuh 1,05 persen.
Sektor infrastruktur juga ikut menguat sebesar 0,93 persen. Sementara itu, sektor property mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen dan sektor industry terapresiasi sebesar 0,27 persen, sedangkan sektor lainnya mengalami penurunan.
Di tengah pergerakan positif ini, beberapa emiten sukses melonjak hingga terkena Auto Reject Atas (ARA). Saham BCIP memimpin dengan lonjakan 34,85 persen ke posisi Rp 89, disusul PTSP yang melesat 25 persen menjadi Rp 1.175.
Emiten lain yang menyentuh batas ARA adalah ZONE dengan kenaikan sebesar 24,71 persen ke level Rp 424. Saham HERO juga menguat signifikan sebesar 24,47 persen menuju harga Rp 590.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan penutupan akhir pekan sebelumnya, di mana IHSG ambles hingga 144,43 poin atau 2,03 persen ke posisi 6.956. Indeks bahkan sempat merosot di atas 3 persen ke level 6.876 yang menjadi koreksi terdalam di Asia.
Kejatuhan pada akhir pekan lalu bersumber dari pelemahan di seluruh sektor saham. Sektor material dasar, industry, property, serta consumer non primer menjadi penekan utama, sementara sektor lainnya merosot di atas 1 persen.
Kendati pasar modal tertekan pada akhir pekan lalu, beberapa saham tetap mencatatkan penguatan. Saham SDMU melaju 28,57 persen ke Rp 126, dan HERO naik 24,74 persen ke Rp 474.
Saham ADHI juga menguat sebesar 16,48 persen menjadi Rp 212. Pertumbuhan ini diikuti oleh saham INDS yang naik 15,79 persen ke Rp 440, serta SONA yang meningkat 15,70 persen ke posisi Rp 2.580.